Ancaman PHK Ribuan Buruh PT Feng Tay, DPR Minta Optimalkan Jaring Pengaman Sosial

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ancaman PHK Ribuan Buruh PT Feng Tay, DPR Minta Optimalkan Jaring Pengaman Sosial Ilustrasi(Antara)

WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 4.000 buruh PT Feng Tay di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Saat ini para pekerja perusahaan pemasok produk Nike tersebut tetap dirumahkan.

Untuk itu, Yahya mendorong pemerintah mengoptimalkan jaring pengaman sosial bagi pekerja. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan krusial bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja dan mitigasi ancaman PHK. 

Yahya menilai peristiwa dirumahkannya ribuan pekerja tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan hubungan industrial antara perusahaan dan pekerja. Ia mengingatkan bahwa pekerja Indonesia tetap rentan terhadap perubahan strategi upaya dunia dan perubahan permintaan pasar internasional.

"Peristiwa ini menunjukkan bahwa pekerja Indonesia tetap sangat rentan terhadap perubahan strategi upaya dunia dan perubahan permintaan pasar internasional," kata Yahya dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/9).

Dalam industri padat karya nan berorientasi ekspor, katanya, pekerja sering menjadi pihak pertama nan merasakan akibat ketika terjadi penurunan pesanan maupun gangguan rantai pasok global. Karena itu, pemerintah perlu memastikan perlindungan bagi pekerja dan keluarganya selama menghadapi masa ketidakpastian.

"Walaupun saat ini baru berupa potensi PHK, Pemerintah perlu menyiapkan mitigasi sebagai langkah antisipasi," lanjutnya.

Ia menekankan pentingnya optimasi program jaring pengaman sosial bagi pekerja nan dirumahkan, termasuk melalui skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Kemudian training peningkatan keterampilan, serta penempatan kembali tenaga kerja pada sektor-sektor nan tetap tumbuh.

"Tentunya jaring pengaman sosial bagi pekerja nan dirumahkan kudu dioptimalkan lantaran mereka sekarang tidak mempunyai penghasilan nan pasti," tegasnya.

Lebih lanjut, Yahya menilai perlindungan tenaga kerja kudu dilakukan secara lebih antisipatif melalui penguatan sistem peringatan awal agar potensi gelombang PHK dapat dideteksi lebih cepat. Menurutnya, integrasi info ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, area industri, dan pemerintah wilayah perlu diperkuat untuk memetakan akibat gangguan terhadap tenaga kerja.

"Sistem perlindungan tenaga kerja perlu bergerak lebih antisipatif. Ketika perusahaan mulai mengalami tekanan produksi, Pemerintah kudu mempunyai sistem peringatan awal nan memungkinkan langkah mitigasi dilakukan sebelum gelombang perumahan pekerja meluas," pungkasnya.

Seperti diberitakan, sekitar 4.000 pekerja di PT Feng Tay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terancam PHK. Menurut beragam sumber, argumen potensi PHK itu antara lain order sepatu Nike di PT Fengtai telah selesai dan belum ada kepastian order berikutnya. Selain itu, terdapat keterlambatan pasokan bahan baku akibat situasi perang nan membikin pengedaran dialihkan ke pemasok lain. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia