Menurut dia, laporan diterima sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu pihak sekolah sedang menggelar upacara pembukaan MPLS sehingga pesan ancaman nan dikirim melalui WA baru diketahui setelah aktivitas upacara selesai.
“Laporannya separuh delapan, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang, semuanya, camat dan lurah,” ujarnya.
Nurma menjelaskan pesan ancaman dikirim melalui WA secara pribadi kepada pembimbing kelas satu dan petugas tata upaya (TU) sekolah.
“Itu di-WA, dijapri pembimbing kelas satu sama TU,” ucapnya.
Hingga kini, polisi tetap melakukan penyisiran di lingkungan sekolah. Seluruh siswa telah dievakuasi sebagai langkah pengamanan.
“Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” tandas Nurma.a
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·