Anak Sering Nungging? Waspada Masalah Pencernaan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Anak Sering Nungging? Waspada Masalah Pencernaan Dokter Spesialis Anak, Mirza Afrizal Azwir dalam konvensi pers di area Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (5/6).(MI/Nadhira Izzati)

ORANG tua perlu mewaspadai perubahan perilaku pada anak, seperti posisi tidur alias bermain nan sering nungging, lantaran perihal tersebut bisa menjadi indikasi adanya gangguan pencernaan seperti perut kembung. Tantangan utama dalam mendeteksi masalah kesehatan pada anak adalah keterbatasan mereka dalam mengomunikasikan rasa tidak nyaman nan dirasakan.

Dokter Spesialis Anak, Miza Afrizal Azwir, menjelaskan bahwa pada anak nan lebih kecil, gangguan pencernaan sering kali tidak muncul dengan indikasi bentuk nan jelas seperti muntah alias diare. Sebaliknya, indikasi nan muncul justru berupa perubahan suasana hati alias perilaku.

“Terkadang kita tidak tahu bahwa sedang terjadi masalah lantaran gejalanya sering tidak muncul sebagai indikasi pencernaan. Sering gejalanya mood anak berantakan, tidurnya tidak enak, tidak mau makan,” ujar Dr. Miza dalam aktivitas konvensi pers LACTOGROW Digestion Expert Lab di Jakarta Selatan, Jumat (5/6).

Mengenali Tanda Klinis dan Perubahan Perilaku

Beberapa tanda nan perlu diwaspadai orang tua antara lain anak menjadi lebih rewel, clingy (manja berlebih), nafsu makan berkurang, hingga tidur nan tidak nyenyak. Pada kasus kolik alias kembung, anak apalagi bisa menunjukkan penolakan untuk menyusu.

Miza menambahkan, posisi tubuh tertentu menjadi petunjuk krusial bagi anak nan usianya sedikit lebih besar. “Kita bisa lihat anaknya suka nungging. Tidur nungging, sedang bermain, tiba-tiba dia nungging. Nah, itu salah satu tanda perutnya kembung,” jelasnya.

Beda GTM Akibat Pencernaan dan Picky Eater

Masalah pencernaan juga sering memicu Gerakan Tutup Mulut (GTM). Namun, terdapat perbedaan antara anak nan memilih makanan (picky eater) dengan anak nan mengalami gangguan pencernaan. Anak nan mengalami masalah perut biasanya tidak bakal mencari makanan pengganti alias menunjukkan rasa lapar lantaran kondisi perut nan tidak nyaman. Sebaliknya, anak nan sehat biasanya bakal tetap meminta ASI alias camilan tak lama setelah menolak makanan utama.

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak:

  • Berikan serat alami dari sayur dan buah secara rutin.
  • Jaga keseimbangan kuman baik (probiotik) dalam usus.
  • Batasi konsumsi gula tambahan (added sugar) maksimal 25 gram sehari untuk anak di atas dua tahun.
  • Hindari makanan nan diproses berlebih seperti nugget, sosis, dan permen.

Sebagai langkah pencegahan, Dr. Miza mengingatkan agar anak di bawah usia dua tahun sebisa mungkin dihindarkan dari paparan gula tambahan. Hal ini krusial untuk memastikan ekosistem saluran pencernaan mereka tetap berfaedah ideal sejak dini. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑