Orang tua sering kali berambisi anak yang bertubuh pendek bisa mengejar tinggi badannya hanya dengan memberikan makanan bergizi. Padahal, menurut Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi. Spesialis, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.) tidak semua kasus perawakan pendek disebabkan oleh masalah gizi.
Ya, Moms, penanganan gangguan pertumbuhan berjuntai pada penyebab nan mendasarinya dan kapan kondisi tersebut sukses dideteksi. Karena itu, penemuan awal menjadi kunci agar anak mendapat terapi nan tepat pada waktu nan tepat.
Terapi Bergantung pada Penyebab dan Waktu Diagnosis
Dokter menjelaskan, beragam gangguan pertumbuhan dapat diterapi sejak awal andaikan sudah terdiagnosis. Misalnya, anak dengan kelainan tulang tertentu dapat mulai mendapatkan penanganan sejak usia sekitar 2 tahun. Sementara pada beberapa kelainan kromosom, terapi apalagi bisa dimulai sejak bayi.
"Semua ini tergantung kapan dia terdiagnosis. Masalah di Indonesia, penemuan awal sering kali tetap terlambat," jelasnya saat Exclusive Media Interview - Mengenali Pengaruh Gangguan Hormon Pada Pertumbuhan Anak Sejak Dini, Rabu (22/7).
Selain itu, ada beragam gangguan hormon nan juga dapat ditangani dengan terapi sesuai indikasi medis. Karena itu, pemeriksaan oleh master krusial untuk mengetahui penyebab pasti perawakan pendek pada anak.
"Masih banyak dugaan bahwa semua anak bertubuh pendek disebabkan oleh kurang gizi. Akibatnya, orang tua sering kali berambisi tinggi badan anak bakal bertambah hanya dengan memberikan makanan bergizi dalam jumlah banyak," jelasnya.
Padahal, makanan bergizi memang krusial untuk mendukung pertumbuhan anak, tetapi tidak dapat mengatasi semua penyebab perawakan pendek.
"Pada anak nan sudah melewati masa pertumbuhan, mengonsumsi protein secara berlebihan juga bukan solusi untuk menambah tinggi badan. Justru, asupan protein nan berlebihan dapat memberikan beban pada organ tubuh, termasuk ginjal," tegasnya.
Dokter menegaskan bahwa terapi pertumbuhan mempunyai pemisah waktu nan dikenal sebagai golden period. Periode ini ditentukan oleh kondisi lempeng pertumbuhan alias penutupan tulang.
"Selama lempeng pertumbuhan tetap terbuka, terapi sesuai indikasi tetap berpotensi memberikan manfaat. Namun, setelah tulang menutup, pertumbuhan tinggi badan secara alami telah berakhir sehingga terapi untuk menambah tinggi badan umumnya sudah tidak lagi efektif," ucapnyaa.
Karena itu, orang tua disarankan tidak menunda pemeriksaan andaikan merasa pertumbuhan anak berbeda dibandingkan anak seusianya. Dengan pemeriksaan nan lebih cepat, kesempatan untuk memberikan terapi nan sesuai juga menjadi lebih besar.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·