NASA mengumumkan tiga misi tanpa awak tahun ini sebagai langkah awal membangun pangkalan permanen di Bulan, di tengah persaingan ketat dengan Tiongkok.(NASA)
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi mengumumkan langkah besar berikutnya untuk membangun pangkalan luar angkasa pertama manusia di Bulan. Dalam konvensi pers pada Selasa (26/5), NASA menargetkan tiga misi tanpa awak untuk mulai meluncur akhir tahun ini.
Misi-misi ini dirancang untuk meletakkan fondasi dasar bagi pangkalan permanen di permukaan Bulan. Proyek ini diharapkan dapat membuka jalan bagi misi berawak menuju Mars di masa depan.
"Amerika kembali lagi ke Bulan, dan kali ini untuk menetap," ujar Administrator NASA, Jared Isaacman, dalam konvensi pers tersebut.
Rencana ini semakin konkret setelah NASA memperkenalkan program Moon Base senilai $20 miliar pada Maret lalu. Pangkalan nan direncanakan berada di dekat Kutub Selatan Bulan ini diproyeksikan berkembang hingga ratusan mil persegi menyerupai area perkotaan nan luas.
"Pangkalan Bulan ini bakal menjadi pos terdepan pertama bagi Amerika dan umat manusia di bumi samawi lain," kata Isaacman dalam pernyataan lanjutan. "Setiap misi, baik berawak maupun tanpa awak, bakal menjadi kesempatan belajar seiring kita kembali ke permukaan Bulan, membangun prasarana untuk menetap, dan menguasai keahlian nan dibutuhkan untuk hidup dan beraksi di salah satu lingkungan paling menuntut dan rawan nan bisa dibayangkan."
Tiga Misi Awal "Moon Base"
Pada fase pertama ini, tiga misi awal nan dipersiapkan adalah:
- Moon Base I: Dijadwalkan meluncur paling sigap musim gugur 2026 untuk membawa muatan NASA guna mempelajari hubungan pendorong roket dengan permukaan Bulan serta teknologi pencarian objek.
- Moon Base II: Direncanakan meluncur akhir tahun ini untuk mengirimkan wahana penjelajah (rover) dan sistem mobilitas lainnya.
- Moon Base III: Juga ditargetkan tahun ini guna membawa muatan berbareng dari beragam badan antariksa bumi untuk meneliti perubahan permukaan Bulan dan ketahanan material terhadap kondisi ekstrem.
Fase ini bakal dilanjutkan ke Fase II (2029–2032) untuk pembangunan prasarana semi-permanen, dan Fase III (2032 ke atas) demi mencapai kehadiran manusia nan berkelanjutan. NASA menggandeng perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, untuk misi pertama dengan perjanjian senilai US$468 juta menggunakan wahana pendarat Blue Moon Mark 1 Endurance.
Tantangan Teknologi dan Tekanan Politik
Kendati ambisius, lini masa NASA ini memicu skeptisisme dari sejumlah pakar. Beberapa mitra nan ditunjuk dinilai mempunyai rekam jejak kemunduran teknologi alias pernah kandas dalam misi pengiriman ke Bulan sebelumnya, seperti Axiom Space, Astrobotic, dan Intuitive Machines.
Di sisi lain, NASA menghadapi tekanan politik nan besar. Program Artemis nan menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2028 tercatat membengkak secara anggaran dan mengalami keterlambatan dari sasaran awal tahun 2024. Sementara itu, China terus menunjukkan kemajuan pesat dalam misinya untuk mendaratkan astronaut di Bulan pada tahun 2030, memicu kekhawatiran AS bakal tertinggal dalam "perlombaan antariksa baru."
Ilmuwan Bulan dari The Open University, Simeon Barber, turut menyampaikan pandangan realistisnya mengenai situasi ini kepada BBC News.
"Sama sekali tidak mengejutkan bagi saya jika Tiongkok sampai di sana lebih dulu," kata Barber.
Ia menambahkan, "Bagi saya, terdengar seperti [NASA] merasa berada dalam posisi di mana mereka kudu mulai menyatakan mereka punya rencana. Jadi saya pikir ada banyak dorongan politik di kembali ini."
Meski demikian, NASA tetap optimistis terhadap masa depan proyek ini. Melalui unggahannya di media sosial X, Isaacman menegaskan prinsip jangka panjang dari program ini.
"Kami membangun Pangkalan Bulan untuk semua nan bakal kami pelajari, penemuan nan bakal meningkatkan kehidupan di Bumi, inspirasi bagi generasi penjelajah berikutnya, dan untuk menguasai keahlian nan dibutuhkan ke mana kami pasti bakal pergi selanjutnya... Mars," tulis Isaacman. "Zaman Keemasan eksplorasi Bulan telah dimulai." (Live Science/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·