Amankah Minum Kopi Saat Perut Kosong? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Amankah Minum Kopi Saat Perut Kosong? Ini Penjelasan Ilmiahnya Ilustrasi(Magnific)

BAGI banyak orang, secangkir kopi menjadi dapat menjadi bahan bakar untuk memulai hari. Tak sedikit pula nan memilih meminumnya sesaat setelah bangun tidur, apalagi sebelum menyantap sarapan.

Namun, kebiasaan ini kerap memunculkan pertanyaan. Benarkah minum kopi saat perut kosong dapat membahayakan kesehatan, terutama lambung? Atau dugaan tersebut hanyalah mitos nan belum terbukti secara ilmiah?

Mengacu pada ulasan di laman Healthline nan ditulis oleh mahir gizi Alina Petre, belum ada bukti ilmiah nan kuat bahwa minum kopi saat perut kosong rawan bagi kebanyakan orang. Meski demikian, respons tubuh terhadap kopi dapat berbeda pada setiap individu.

Benarkah Kopi Memicu Gangguan Pencernaan?

Salah satu argumen kenapa kopi sering dianggap rawan saat diminum sebelum makan adalah lantaran minuman ini dapat merangsang produksi masam lambung. Rasa pahit pada kopi memang diketahui bisa meningkatkan sekresi masam di lambung.

Akibatnya, banyak orang beranggapan kopi dapat mengiritasi lambung, memperparah indikasi sindrom iritasi usus besar (IBS), memicu rasa panas di dada (heartburn), refluks asam, mual, maag, hingga gangguan pencernaan lainnya.

Meski demikian, hasil penelitian belum menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan munculnya beragam gangguan pencernaan tersebut. Penelitian juga tidak menunjukkan bahwa minum kopi saat perut kosong lebih rawan dibandingkan mengonsumsinya setelah makan.

Sebagian mini orang memang mempunyai sensitivitas lebih tinggi terhadap kopi. Mereka dapat mengalami keluhan seperti mual, heartburn, muntah, alias rasa tidak nyaman di perut. Namun, tingkat keparahan indikasi tersebut umumnya tidak dipengaruhi oleh apakah kopi diminum sebelum alias sesudah makan.

Karena itu, setiap orang disarankan memperhatikan respons tubuh masing-masing. Jika keluhan pencernaan muncul ketika kopi diminum saat perut kosong, tetapi berkurang setelah makan, mengubah waktu minum kopi bisa menjadi pilihan nan lebih nyaman.

Bagaimana Pengaruhnya terhadap Hormon Stres?

Selain itu, minum kopi saat perut kosong juga sering disebut dapat meningkatkan hormon stres, ialah kortisol.

Kortisol merupakan hormon nan diproduksi kelenjar adrenal dan berkedudukan krusial dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, serta kadar gula darah. Secara alami, kadar hormon ini memang berada pada titik tertinggi pada pagi hari ketika seseorang baru bangun tidur, kemudian menurun secara berjenjang sepanjang hari.

Kafein dalam kopi memang dapat merangsang produksi kortisol. Namun, menurut sejumlah penelitian nan dikutip Healthline, peningkatan tersebut condong mini pada orang nan rutin mengonsumsi kopi. Bahkan, beberapa studi tidak menemukan adanya peningkatan kadar kortisol sama sekali.

Sementara itu, bagi orang nan jarang mengonsumsi kopi, kenaikan kadar kortisol umumnya hanya berkarakter sementara. Hingga sekarang belum ada bukti bahwa peningkatan sesaat tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, akibat kesehatan akibat kadar kortisol tinggi lebih sering berangkaian dengan kondisi medis tertentu, seperti sindrom Cushing, dibandingkan kebiasaan minum kopi.

Efek Samping Kopi Tetap Perlu Diperhatikan

Meski belum terbukti rawan jika diminum saat perut kosong, kopi tetap mempunyai sejumlah pengaruh samping nan perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kandungan kafein dapat menyebabkan ketergantungan pada sebagian orang. Konsumsi kopi secara rutin juga membikin tubuh beradaptasi terhadap kafein sehingga seseorang memerlukan jumlah nan lebih banyak untuk memperoleh pengaruh nan sama.

Asupan kafein nan berlebihan juga dapat memicu rasa cemas, gelisah, jantung berdebar, memperburuk serangan panik, sakit kepala, migrain, hingga meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang.

Oleh lantaran itu, para mahir umumnya menyarankan agar konsumsi kafein dibatasi hingga sekitar 400 miligram per hari alias setara dengan empat sampai lima cangkir kopi bagi orang dewasa nan sehat.

Selain itu, pengaruh kafein dapat memperkuat hingga sekitar tujuh jam sehingga minum kopi terlalu sore alias malam berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Bagi ibu hamil, konsumsi kopi juga perlu dibatasi. Pasalnya, kafein dapat melewati plasenta dan memperkuat lebih lama di dalam tubuh ibu maupun janin. Karena itu, ibu mengandung dianjurkan mengonsumsi tidak lebih dari satu hingga dua cangkir kopi per hari.

Berdasarkan bukti ilmiah nan tersedia, belum ada argumen kuat untuk menyatakan bahwa minum kopi saat perut kosong rawan bagi kebanyakan orang. Efek nan ditimbulkan pada tubuh umumnya tidak berbeda dibandingkan ketika kopi diminum setelah makan.

Meski demikian, toleransi setiap orang terhadap kopi tidaklah sama. Sebagian orang mungkin tidak mengalami masalah apa pun, sementara nan lain bisa merasakan gangguan pencernaan alias keluhan lain ketika mengonsumsinya sebelum makan. (Healthline/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia