Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa? Kenali Perbedaan Gejalanya

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Alergi Susu alias Intoleransi Laktosa? Kenali Perbedaan Gejalanya Ilustrasi(Magnific)

SUKA merasa kembung, diare, mual, nyeri perut, alias muntah usai minum susu sapi? Bila iya, apakah tubuh Anda alergi susu alias intoleransi laktosa saja?

Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan alias kondisi dimana tubuh tidak bisa mencerna laktosa alias gula dalam kandungan susu. Kondisi ini disebabkan kurangnya Enzim Laktase di usus halus. 

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan jika intoleransi laktosa terjadi lantaran laktosa nan tidak tercerna dengan baik di tubuh masuk ke usus besar, dan kuman di usus besar memecahkan laktosa sehingga menghasilkan cairan dan gas berlebih nan menyebabkan indikasi intoleransi laktosa.

Gejala nan biasanya muncul setelah beberapa saat mengkonsumsi susu alias produk olahan lain 

  • Perut bakal terasa kembung 
  • Diare
  • Nyeri alias kram perut
  • Mual dan muntah
  • Perut berbunyi 

Gejala tersebut bisa menjadi indikasi ringan alias berat tergantung pada seberapa banyak laktosa nan dikonsumsi.

Alergi Susu

Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa. Alergi susu merupakan kondisi reaksi tubuh berlebih terhadap protein nan ada di dalam susu sapi. 

Mayo Clinic menjelaskan jika alergi susu sapi terjadi ketika imun salah mengenali protein susu sebagai unsur berbahaya. Reaksi alergi dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi susu alias produk olahannya. 

Gejalanya dapat muncul meliputi:

  1. Ruam pada kulit
  2. Mengi
  3. Gatal alias kesemutan di wilayah bibir, lidah, alias tenggorokan.
  4. Batuk 
  5. Sesak nafas
  6. Muntah

Alergi susu sapi juga bisa terjadi tanpa indikasi daan biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk berkembang

  • Feses cair alias diare 
  • Kram Perut
  • Pilek
  • Mata Berair
  • Pada bayi terjadi kolik

Dalam kondisi nan lebih berat, alergi susu sapi dapat menyebabkan anafilaksis. Reaksi alergi berat nan dapat menyempitkan saluran napas, menurunkan tekanan darah, wajah memerah, dan gatal sehingga memerlukan penanganan medis darurat. 

Meski sama sama disebabkan konsumsi susu sapi, kedua penyakit tersebut mempunyai indikasi nan berbeda. Intoleransi laktosa berangkaian dengan keahlian tubuh mencerna laktosa, sedangkan alergi susu sapi melibatkan respons sistem imun terhadap protein susu.  

Gejala nan berbeda itu bakal memerlukan penanganan medis nan berbeda juga lantaran itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan pemeriksaan sehingga penanganan nan diberikan sesuai dengan kondisi nan dialami.  (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases/Mayo Clinic/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia