Uya Kuya mengambil langkah norma terhadap sejumlah akun media sosial nan menyebarkan hoaks soal dirinya mempunyai 750 dapur MBG. Anggota DPR RI itu mengatakan bahwa awalnya dia mengaku tak beriktikad untuk membikin laporan.
"Awal-awal waktu bulan lampau keluar di Thread udah eh ada buletin hoaks ini ya kesel, kenapa, kenapa gue lagi gitu kan, nama gue lagi. Cuman gue diemin gitu kan," kata Uya Kuya di DPR RI, Selasa (21/4).
Namun, setelah hoaks tersebut kembali viral, Uya mengaku tak bisa tinggal diam. Mengingat rumahnya pernah dijarah lantaran beredarnya video hoaks. Uya tak mau perihal nan sama kembali menimpa dirinya dan keluarga.
"Kemarin pas di hari Jumat itu tiba-tiba booming gitu kan, gue mikir wah ini enggak bisa tak bersuara aja nih. Kan gua mengingat kejadian nan kemarin tuduhan ya itu trauma gitu loh. Trauma," ujar Uya.
"Sampai kemarin rumah gua dijarah segala macam lantaran buletin hoaks nan beredar, nan dikasih tulisan-tulisan itu seolah-olah gua ngomong. Itu sadis gitu," tambahnya.
Uya kemudian meminta agar para penyebar buletin hoaks bisa membuka mata hatinya. Ia juga mengimbau publik agar lebih dewasa dan bijak dalam menilai dan mencerna suatu pemberitaan.
"Coba deh, kreator nan buat-buat buletin hoaks ini, bayangin jika kejadian ini menimpa family kalian, kalian nan mendapat tuduhan seperti ini dan kalian nan dizalimi, kalian, keluarganya dapat, ya jadi kena akibatnya, coba pikiran aja ya jika posisi itu dibalik," tukasnya.
Sebelumnya, Uya Kuya membikin laporan dugaan penyebaran buletin bohong alias hoaks ke Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) pada 18 April 2026.
Uya melaporkan dugaan tindak pidana penyebaran info bohong melalui media elektronik, nan diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Kasus ini bermulai saat Uya menemukan unggahan di media sosial Threads. Ada akun nan mengunggah foto Uya nan telah diedit dan diberi narasi nan tidak sesuai fakta.
Narasi dalam unggahan itu menyebut bahwa Uya mempunyai 750 dapur MBG, nan kemudian disebut sebagai info tidak betul alias hoaks.
Uya merasa dirugikan atas beredarnya berita hoaks tersebut dan akhirnya membikin laporan kepolisian. Terhadap Uya selaku pelapor juga sudah dimintai keterangan atas laporan tersebut.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·