Aksi May Day Digelar Mahasiswa di Jatinangor, Angkat Isu Ketenagakerjaan Lokal

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Massa Aliansi Jatinangor Bergerak menggelar tindakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Pangkalan Damri Jatinangor pada Jumat (1/5/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Aksi peringatan Hari Buruh Internasional digelar di area Jatinangor, Sumedang, Jumat (1/5). Kegiatan ini diinisiasi Aliansi Jatinangor Bergerak nan melibatkan mahasiswa lintas kampus serta komponen masyarakat.

Massa terlihat memadati area peringatan May Day sekitar pukul 15.15 setempat.

Perwakilan aliansi sekaligus Wakil Ketua Bem Unpad, Ezra Al Bara, mengatakan tindakan sengaja dipusatkan di Jatinangor setelah pihaknya melakukan perbincangan langsung dengan penduduk dalam beberapa pekan terakhir.

Massa Aliansi Jatinangor Bergerak menggelar tindakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Pangkalan Damri Jatinangor pada Jumat (1/5/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Ia menjelaskan, pilihan letak tindakan dilatarbelakangi temuan di lapangan bahwa rumor ketenagakerjaan sangat terasa di tingkat lokal. Mahasiswa berbincang dengan beragam golongan pekerja di sekitar area kampus.

“Selama beberapa minggu terakhir kami berbincang dengan ibu-ibu penjaga kos, bapak-bapak kebersihan, mereka nan bekerja sebagai kasir, sampai mas-mas nan pemasangan listrik. Kami menyadari rumor ketenagakerjaan itu bisa dirasakan sangat jelas di konteks lokal juga,” ujarnya saat ditemui di letak aksi.

Massa Aliansi Jatinangor Bergerak menggelar tindakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Pangkalan Damri Jatinangor pada Jumat (1/5/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Massa Aliansi Jatinangor Bergerak menggelar tindakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Pangkalan Damri Jatinangor pada Jumat (1/5/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Menurut Ezra, dari perbincangan tersebut lahir kesepahaman bahwa perjuangan pekerja dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

“Ketika kita mau memperjuangkan buruh, kita bisa mulai dari lingkungan paling mini di sekitar kita. Maka itu nan menjadi semangat besar,” ucapnya.

Ia menegaskan, aktivitas di Jatinangor tetap terhubung dengan perjuangan nan berjalan di tingkat nasional.

“Kita mendukung semangat kawan-kawan nan sekarang berjuang di DPR RI. Kawan-kawan dari KASBI, Gebrak, dan kita membersamai gerakan-gerakan itu. Tapi kita laksanakan itu di Jatinangor,” tuturnya.

Dalam tindakan tersebut, massa membawa tuntutan nan dibagi ke dalam empat klaster sasaran.

“Kami menyampaikan tuntutan kepada klaster pemerintahan, klaster swasta, klaster kampus dan lembaga pendidikan, dan terakhir kepada mahasiswa,” ujar Ezra.

Ezra Al Bara, perwakilan Aliansi Jatinangor Bergerak/Wakil Ketua BEM Unpad saat ditemui di letak tindakan pada Jumat (1/5/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Ia juga menyinggung pentingnya kesadaran kolektif di tengah situasi nan dinilainya memecah identitas pekerja.

“Ada upaya besar untuk mengkotak-kotakkan aktivitas pekerja. Identitas pekerja dikaburkan, dipisahkan, apalagi dikompetisikan dan dipolitisasi. Di sinilah kami mau membujuk semuanya sadar bahwa kita bagian dari satu kelas nan sama,” katanya.

Aksi ini diikuti mahasiswa dari beragam kampus di Jatinangor dan Sumedang, di antaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, Institut Teknologi Bandung, Institut Koperasi Indonesia, Universitas Sebelas April, serta Universitas Winaya Mukti.

Selain mahasiswa, sejumlah organisasi dan organisasi seperti WALHI, FK3I, penduduk Dago Elos, penduduk Sukahaji, LBH, serta jaringan pergerakan dari Kota Bandung, datang dalam tindakan tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan