Aksi Ambil Untung Buat IHSG Parkir di Level 6.334,48

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Aksi Ambil Untung Buat IHSG Parkir di Level 6.334,48 Ilustrasi IHSG hari ini.(Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar setelah penguatan nan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

IHSG ditutup melemah 5,54 poin alias 0,09% ke posisi 6.334,48. Sementara golongan 45 saham unggulan alias indeks LQ45 turun 4,09 poin alias 0,64% ke posisi 632,55.

“Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah penguatan nan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5.75%, sebagai upaya memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global, serta untuk mempertahankan inflasi berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1% pada tahun 2026 dan 2027.

"Keputusan itu mencerminkan kepercayaan BI terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi nan tetap terkendali, sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Ratna.

Sementara itu, Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN tercatat senilai Rp196,5 triliun pada semester I-2026, alias setara 0,76% dari PDB alias tetap di bawah pemisah 3% dari PDB sesuai ketentuan Undang-Undang (UU).

Dari mancanegara, bursa saham dunia menguat ditopang oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah sebelumnya masuk ke fase bear market akibat tindakan keuntungan taking (ambil untung) pada tema kepintaran buatan (AI).

Meski prospek jangka panjang AI dinilai tetap kuat, pasar tetap mencermati tingginya shopping modal (capex) perusahaan-perusahaan teknologi besar serta potensi imbal hasil investasinya.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tetap nyaman di area merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat ialah dipimpin sektor teknologi nan naik sebesar 1,42%, diikuti oleh sektor industri dan sektor peralatan konsumen primer nan naik masing-masing sebesar 1,19% dan 0,59%.

Sedangkan lima sektor melemah ialah sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 2,07%, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor prasarana nan turun masing-masing sebesar 1,07% dan 0,35%.

Adapun saham-saham nan mengalami penguatan terbesar ialah ZATA, SWID, MDIA, ALDO, dan MLPT. Sedangkan saham-saham nan mengalami pelemahan nilai terbesar ialah KDTN, MMIX, TRON, SULI, dan KLIN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.700.000 kali transaksi dengan jumlah saham nan diperdagangkan sebanyak 44,63 miliar lembar saham senilai Rp18,52 triliun. Sebanyak281 saham naik, 367 saham menurun, dan 317 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,37% ke 65.984,00, indeks Shanghai menguat 0,07% ke 3.867,03, indeks Hang Seng melemah 0,95% ke 24.892,66, indeks Kospi melemah 0,74% ke 6.797,70, dan indeks Strait Times menguat 1,07% ke 5.585,83. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia