ABCD Land(MI/HO)
MENYONGSONG peringatan Hari Dengue ASEAN (ASEAN Dengue Day), PT Takeda Innovative Medicines memperkuat komitmennya dalam memerangi Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui aktivasi edukasi publik berjudul ABCD Land – Ayo Bersama Cegah DBD!. Kegiatan nan berjalan pada 20-21 Juni 2026 di Urban Forest, Jakarta ini, menjadi momentum krusial di tengah meningkatnya akibat penyebaran virus dengue akibat kejadian suasana El Niño.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye berkepanjangan "Langkah Bersama Cegah DBD" nan diinisiasi Takeda sejak 2023, bekerja-sama dengan Kementerian Kesehatan RI, organisasi profesi, serta beragam organisasi kesehatan.
Ancaman El Niño dan Beban Ekonomi nan Nyata
Urgensi pencegahan DBD tahun ini meningkat tajam seiring dengan prediksi cuaca ekstrem. Peluang terbentuknya El Niño mencapai 80 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026, nan berpotensi mempercepat siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Selain ancaman kesehatan, DBD juga memberikan tekanan finansial nan luar biasa bagi negara dan masyarakat.
Berdasarkan studi ilmiah terbaru dari Universitas Gadjah Mada (UGM), berikut adalah rincian beban ekonomi akibat DBD di Indonesia:
| Total Beban Ekonomi Nasional (2024) | Hampir Rp9 Triliun |
| Tanggungan BPJS Kesehatan | Sekitar Rp3 Triliun |
| Biaya Pasien Peserta BPJS & Keluarga (Langsung & Kehilangan Pendapatan) | Sekitar Rp3,5 Triliun |
| Beban Pasien Non-BPJS & Keluarga | Sekitar Rp2,2 Triliun |
DBD Mengincar Semua Usia dan Komorbid
Mitos bahwa DBD hanya menyerang anak-anak mulai terpatahkan oleh info lapangan. Meski golongan usia 5-14 tahun menyumbang nomor kematian tertinggi (41% pada 2025), golongan usia produktif 15-44 tahun justru mendominasi jumlah kasus jangkitan sebesar 42%.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, menyoroti bahwa akibat komplikasi berat meningkat acapkali lipat pada perseorangan dengan kondisi penyerta (komorbid):
| Hipertensi | 2 - 3 kali lebih tinggi |
| Diabetes Melitus | 3 - 5 kali lebih tinggi |
| Penyakit Ginjal | Hingga 7 kali lebih tinggi |
| Asma / Penyakit Paru Kronik | 2 - 12 kali lebih tinggi |
Sinergi Pemerintah dan Inovasi Pencegahan
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, MKM, menyatakan bahwa pemerintah tengah memperkuat Strategi Nasional (Stranas) Penanggulangan Dengue 2021-2025.
"Upaya ini mencakup edukasi, 3M Plus, hingga pemanfaatan penemuan seperti vaksinasi. Kolaborasi sektor swasta dan masyarakat sangat kunci," ujarnya.
Senada dengan perihal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, Jakarta telah mencatat 5.700 kasus dengue. Hal ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di wilayah padat penduduk.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menegaskan bahwa rata-rata kasus DBD dalam lima tahun terakhir meningkat nyaris tiga kali lipat dibanding dua dasawarsa lalu. "Kami berkomitmen memperluas akses terhadap perlindungan inovatif dan edukasi agar family Indonesia bisa mengambil langkah perlindungan nan tepat sebelum terlambat," tegasnya. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·