Niko Prayoga
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |21:54 WIB

Ketum Kadin (Foto: Okezone)
JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bakal melakukan langkah strategis untuk menarik investasi asing di Indonesia dalam momentum APEC Business Advisory Council (ABAC) nan bakal berjalan pada 7-9 Februari 2026 dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa pihaknya bakal menarik minat penanammodal adalah melalui proses asimilasi dan penyediaan mitra lokal. Kadin berupaya menjadi "jembatan" nan memberikan rasa kondusif serta menekan akibat upaya bagi para penanammodal asing nan mau masuk ke pasar Indonesia.
“Disitu bakal banyak terjadi asimilasi antara ABAC Indonesia dan juga apa ABAC negara-negara lain. Setiap negara mempunyai kemauan masing-masing dan kita juga bakal memperkenalkan agar mereka juga nyaman lantaran di sini ada kawannya alias istilahnya partnernya nan di risk alias apa mereduksi resikonya,” kata Anindya saat diwawancarai di Kementerian Luar Negeri, Kamis (5/3/2026).
Hal itu dilakukan guna meningkatkan nomor FDI Indonesia nan berada di kisaran 60 miliar dolar. Kadin berkomitmen untuk meyakinkan para pemodal dunia agar terus menyuntikkan biaya ke tanah air melalui koordinasi dengan Kementerian Investasi.
“Investasi kita kan FDI itu 60 miliar dolar. Kita berambisi dengan memandang ada begitu banyaknya pasar ini ya kita bisa meyakinkan mereka mumpung mereka di sini untuk menambah FDI nan dibutuhkan oleh Indonesia dan tentunya Kementerian Investasi. Jadi kita konsentrasi untuk membesarkan investasi,” ucap dia.
Lebih lanjut, Anindya menjelaskan bahwa penyelenggaraan ini merupakan corak kerjasama erat antara bumi upaya dan pemerintah, terutama dengan kementerian terkait. Hal ini menjadi krusial mengingat keketuaan APEC tahun ini dipegang oleh Cina.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·