Binti Mufarida
, Jurnalis-Minggu, 26 Juli 2026 |17:24 WIB

Ilustrasi kekeringan (Foto: Freepik)
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis info terbaru mengenai perkembangan musim di Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) alias sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.
"Hingga tengah Juli ini, sekitar 72,8% Zona Musim di Indonesia (509 ZOM) mengalami musim kemarau. Namun demikian, ada provinsi nan mengalami tidak hujan selama lebih dari 1 bulan," tulis BMKG dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Kondisi ini memicu munculnya kejadian Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori Ekstrem Panjang alias lebih dari 60 hari di sejumlah titik, terutama di wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Rekor tertinggi terpantau di Provinsi Jawa Tengah dengan lama mencapai 80 hari berturut-turut tanpa hujan.
Meskipun sebagian besar wilayah mengalami kekeringan, BMKG mencatat beberapa wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan sebagian mini Papua tetap berpotensi mengalami hujan. Namun, bagi wilayah nan sudah terdampak HTH Ekstrem, ancaman kekeringan pertanian hingga kebakaran rimba dan lahan (karhutla) sekarang menjadi peringatan utama.
"Bagi wilayah kering, tetap irit air. Untuk wilayah nan sering hujan, pastikan selokan bersih agar aliran air lancar," imbau BMKG.
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·