63% Lulusan SMK Binaan Kemenperin Diserap Industri, Perkuat SDM Manufaktur

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Kemenperin.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri nan unggul, kompeten, siap kerja, dan berkekuatan saing dunia sebagai fondasi mewujudkan visi Indonesia menjadi negara industri maju.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi industri pada jenjang SMK-SMAK dan SMK-SMTI nan dirancang sesuai kebutuhan bumi upaya dan bumi industri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil nan bakal menjadi penggerak utama transformasi industri nasional.

"Industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi kita dan terus menunjukkan keahlian nan positif. Berdasarkan info BPS, pada Triwulan I Tahun 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional. Artinya, sektor industri bukan bagian nan sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan memerlukan tenaga-tenaga baru nan kompeten. Tangan-tangan para lulusan inilah nan bakal menjadi bagian krusial dari masa depan industri Indonesia," ujar Agus dalam aktivitas Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI serta Studium Generale Serentak Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7).

Mengusung tema "Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan", aktivitas tersebut menandai kelulusan sebanyak 2.369 siswa dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian pada 2026. Kesembilan sekolah tersebut tersebar di beragam wilayah di Indonesia dengan spesialisasi nan beragam, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri hingga mekatronika nan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing wilayah.

Agus menambahkan, arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri. Karena itu, keberadaan SDM industri nan kompeten menjadi aspek penentu keberhasilan transformasi tersebut.

"Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik nan melangkah tanpa teknisi nan terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur bumi tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI bakal mengambil peran penting," tegasnya.

Menperin Agus Gumiwang dalam pelepasan lulusan SMK-SMAK & SMTI bimbingan Kemenperin. Foto: Kemenperin.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan para lulusan agar selalu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki bumi kerja.

"Keunggulan kompetensi kudu dibarengi dengan kejujuran dan integritas. Hasil kerja seorang analis maupun teknisi bakal dipercaya lantaran dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berfaedah menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global," ungkapnya.

Penyelenggaraan pendidikan di SMK Kementerian Perindustrian selama ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri nan kompeten dan siap kerja. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelarasan kurikulum dengan standar kompetensi industri, penyelenggaraan praktik kerja industri berbasis sistem ganda, penguatan teaching factory dan kelas industri, serta sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan, kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah diakui oleh bumi industri.

"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang alias 63,70 persen dari total 2.369 lulusan telah terserap bekerja di beragam perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan bumi upaya dan bumi industri," kata Doddy.

Menurutnya, BPSDMI bakal terus mendampingi lulusan nan tetap berada dalam proses pencarian kerja.

"Bagi para lulusan nan tetap dalam proses rekrutmen, BPSDMI berbareng SMK bakal memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja. Selanjutnya, andaikan dalam enam bulan tetap belum terserap, bakal diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja," jelas Doddy.

Lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah terserap di beragam perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya.

Selain mempunyai tingkat penyerapan kerja nan tinggi, sekolah vokasi Kementerian Perindustrian juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun aliran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1:10,7. Artinya, setiap satu bangku di SMK Kementerian Perindustrian diperebutkan oleh sekitar 12 calon peserta didik.

Doddy menegaskan, tingginya animo masyarakat tersebut menjadi motivasi bagi BPSDMI untuk terus menjaga kualitas pendidikan vokasi industri.

"Untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi, BPSDMI bakal terus memperkuat pembinaan dan pertimbangan terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMK-SMAK dan SMK-SMTI. Langkah ini diarahkan untuk menjaga konsistensi mutu, meningkatkan tata kelola satuan pendidikan, serta memastikan setiap program pendidikan menghasilkan lulusan nan semakin kompeten, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan industri," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan