522 Pelajar di Sidoarjo Positif HIV: Data Dinkes 2001-2026

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ilustrasi HIV AIDS. Foto: fizkes/Shutterstock

Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 orang hidup dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) berasas info kumulatif sejak 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 522 orang merupakan pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA.

Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo, Lilik Sulistyowati, mengatakan pihaknya bakal menyusun kebijakan pencegahan HIV/AIDS di seluruh satuan pendidikan.

"Kami mau memastikan tidak ada diskriminasi terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik nan hidup dengan HIV. Semua berkuasa memperoleh jasa pendidikan nan sama," kata Lilik, Kamis (23/7).

Sementara itu, Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sidoarjo, dr. Yanto Lipu, menjelaskan bahwa kepatuhan menjalani terapi antiretroviral (ARV) hingga mencapai kondisi undetected dapat menekan akibat penularan HIV kepada pasangan maupun anak.

Menurutnya, pasien nan rutin mengkonsumsi ARV selama sekitar enam bulan alias lebih, sesuai pertimbangan medis, berkesempatan menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.

"Ketika sudah mencapai kondisi undetected, akibat penularan kepada pasangan menjadi sangat rendah. Begitu juga jika pasangan mau mempunyai anak, kesempatan bayi lahir tanpa HIV sangat besar asalkan ibu menjalani terapi ARV secara teratur selama kehamilan dan mengikuti tata laksana medis nan dianjurkan," jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi undetected bukan berfaedah HIV telah sembuh. Kondisi tersebut menunjukkan jumlah virus dalam tubuh sukses ditekan hingga tidak terdeteksi, sehingga pasien tetap kudu mengkonsumsi ARV secara rutin dan tidak boleh menghentikan pengobatan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan