Kenali penyebab jerawat di dagu mulai dari stres, hormon, hingga pola makan, serta langkah mengatasinya.(Dok. Magnific)
JERAWAT nan muncul di area dagu dan rahang sering kali menjadi masalah nan mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Meski banyak nan menganggap perihal ini hanya disebabkan oleh ketidakcocokan produk perawatan kulit, terdapat beragam aspek internal dan eksternal nan memicu penyumbatan pori-pori oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri.
Berdasarkan info nan dihimpun pada Senin (1/6), berikut adalah lima penyebab utama munculnya jerawat di area dagu nan perlu Anda waspadai:
1. Stres Berlebihan
Tekanan mental nan tinggi dapat memicu peningkatan hormon stres nan merangsang kelenjar minyak memproduksi sebum secara berlebih. Minyak berlebih inilah nan menyumbat pori-pori dan memicu peradangan. Mengelola stres melalui olahraga rutin, tidur cukup, dan relaksasi sangat krusial untuk menjaga kesehatan kulit.
2. Perubahan Hormon
Fluktuasi hormon, terutama peningkatan hormon androgen, menjadi penyebab umum jerawat di dagu. Kondisi ini sering terjadi menjelang masa menstruasi, penggunaan kontrasepsi hormonal, alias fase kehidupan tertentu nan memengaruhi produksi minyak alami kulit.
3. Pola Makan Kurang Seimbang
Konsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat sederhana, makanan olahan, serta produk susu tertentu ditengarai dapat memperburuk kondisi jerawat. Kesehatan saluran pencernaan nan terjaga melalui pola makan sehat berkontribusi besar pada keseimbangan hormon tubuh.
4. Kebersihan Kulit nan Buruk
Penumpukan kotoran dan sisa riasan wajah menciptakan lingkungan ideal bagi kuman penyebab jerawat. Membersihkan wajah secara teratur dengan pembersih nan sesuai jenis kulit merupakan langkah preventif nan wajib dilakukan, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan.
5. Kebiasaan Menyentuh Wajah
Tangan nan kotor membawa kuman dan minyak nan dapat beranjak ke area dagu saat Anda menyentuhnya. Kebiasaan tanpa sadar ini sering memicu iritasi dan mempercepat pembentukan jerawat baru.
Tips Mengatasi: Selain menghindari pemicu di atas, lakukan eksfoliasi secara rutin menggunakan metode bentuk (scrub) alias kimiawi (AHA/BHA) untuk mengangkat sel kulit mati. Pastikan tidak melakukan eksfoliasi berlebihan agar kulit tidak mengalami iritasi.
Dengan memahami faktor-faktor pemicu ini, Anda dapat mengambil langkah perawatan nan lebih tepat dan komprehensif untuk menjaga kesehatan kulit wajah secara optimal. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·