4 Tewas dan Puluhan Luka Akibat Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
4 Tewas dan Puluhan Luka Akibat Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina. Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv dihantam ledakan hingga memicu kebakaran.(Media Sosial X)

RUSIA meluncurkan serangan udara besar-besaran semalam nan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan penduduk lainnya di Ukraina. Otoritas setempat melaporkan pada Selasa awal hari bahwa empat korban tewas berada di Dnipro, termasuk seorang wanita berumur 73 tahun. Selain di Dnipro, puluhan korban luka juga tersebar di ibu kota Kyiv dan Kharkiv.

Serangan ini memaksa ribuan penduduk di Kyiv bergegas menyelamatkan diri ke tempat-tempat perlindungan darurat seiring membubungnya asap hitam pekat di pusat kota. Peringatan serangan udara pun langsung diaktifkan di sebagian besar wilayah Ukraina.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mendesak masyarakat untuk tetap berada di dalam bunker perlindungan. Sementara itu, Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi jenis senjata nan digunakan dalam serangan fajar tersebut. "Musuh menyerang dengan rudal balistik," ungkap Tkachenko.

Klitschko menambahkan hantaman rudal merusak dua gedung apartemen bertingkat tinggi. Otoritas setempat mengkhawatirkan adanya sejumlah penduduk nan tetap terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Berdasarkan laporan di lapangan, di tengah kegelapan pagi buta saat serangan melanda Kyiv, bunyi dengungan drone terdengar jelas di antara lebih dari selusin ledakan keras akibat hantaman rudal. Akibatnya, pemadaman listrik berkala dan kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di beragam perspektif kota, meskipun tingkat kerusakan menyeluruh tetap belum dapat dipastikan. Selain wilayah ibu kota, sebuah akomodasi industri di Zaporizhzhia juga dilaporkan turut menjadi sasaran serangan.

Gempuran besar-besaran ini terjadi setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada hari Senin kemarin sempat mengulang kembali peringatannya mengenai potensi serangan masif dari Rusia. Ia meminta penduduk untuk memberikan perhatian unik pada setiap sirine peringatan udara.

"Peringatan intelijen mengenai serangan Rusia tetap berlaku. Serangan massal sangat mungkin terjadi, mereka telah menyiapkannya," kata Zelenskyy dalam pidato video malamnya.

Pekan lalu, pihak Rusia memang telah mengumumkan rencana untuk menargetkan pusat-pusat militer dan pengambilan keputusan di Kyiv, serta mengimbau penduduk asing untuk segera meninggalkan kota tersebut.

Moskow menyatakan bakal meluncurkan "serangan sistematis" sebagai respons atas serangan drone Ukraina bulan lampau nan menghantam sebuah pondok di wilayah Luhansk nan dikuasai Rusia. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 21 orang.

Terkait tuduhan itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengeluarkan pernyataan nan membenarkan bahwa mereka melancarkan serangan di dekat Starobilsk pada malam 21-22 Mei. Namun, pihak Ukraina menegaskan bahwa sasaran nan mereka libas adalah unit militer Rusia, bukan akomodasi sipil. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia