4 Bulan Jalan Ambles di Pulo Gadung Tak Kunjung Diperbaiki

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Empat bulan berlalu, kondisi jalan tetap memprihatinkan. Khawatir membahayakan anak-anak dan pengguna jalan, penduduk akhirnya bergotong royong menutup bagian jalan nan ambles dengan tanggul sederhana.

"Dan kemarin itu kan udah ada empat bulan lebih nih, penduduk kita swadaya aja lantaran ancaman banget ini, bocah kaki masuk udah (ke jalanan ambles). Ini jika enggak ditutup nih, kakinya masuk nih. Jalan kayak udah terbelah. Akhirnya saya kasih tanggul kanan kiri jadi biar enggak bentrok," ucap dia.

Kerusakan juga berakibat pada sedikitnya lima rumah warga. Sejumlah gedung mengalami retak, apalagi ada tembok rumah nan mulai terbelah.

"Ada lima sampai enam rumah kurang lebihnya. Rumahnya retak-retak, ada nan parah retaknya, ada nan temboknya udah terbelah," kata dia.

Menurut Arif, laporan telah disampaikan kepada beragam instansi, mulai dari Dinas SDA, Satpol PP, kelurahan, hingga Pemerintah Kota Jakarta Timur. Sejumlah pejabat juga telah meninjau lokasi, tetapi hingga sekarang belum ada perbaikan permanen.

"Dinas-dinas mengenai udah, Dinas SDA, Satpol PP udah dateng, kelurahan, wali kota. Pernah ada tinjauan juga, tapi ya hanya gini-gini aja. Belum tindak lanjut, hanya itu doang baru pemasangan kayu ulin doang untuk menahan biar gak melebar," kata dia.

Selain merusak jalan dan rumah warga, tanah nan ambles juga sempat menutup saluran air menuju kali. Warga akhirnya membersihkan saluran tersebut agar aliran air kembali normal.

"Itu saluran air udah sama penduduk kemarin udah diangkat, akhirnya bisa lancar. Tadinya air gak bisa lancar," ucap dia.

Arif mengatakan, kayu ulin dipasang sekitar sepekan setelah jalan ambles. Namun hingga kini, pemasangan kayu tersebut tetap menjadi satu-satunya penanganan nan dilakukan.

"Ulin ini masangnya seminggu lah, seminggu abis longsor, setelah Lebaran," jelas Arif.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita