Launching (peluncuran) dan pelepasan tim Supervisi dari USK untuk Pemeriksaan serta Penyembelihan Hewan Qurban (SPPHQ) 2026.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) selalu tampil dan berperan-serta untuk perbaikan, kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya saat terjadi bencana, kala kesempatan tertentu juga turut berperan-serta untuk kepentingan masyaralat.
Misalnya, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Negeri tertua dan terbesar di Aceh itu, pada Selasa (19/5), melakukan launching (peluncuran) dan pelepasan tim Supervisi Pemeriksaan serta Penyembelihan Hewan Qurban (SPPHQ) 2026.
Tim kesehatan hewan dari kampus kebanggaan masyarakat Aceh itu sedikitnya ada 352 personel. Mereka terdiri dari dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan lainnya.
Hal itu digelar sebagai upaya memperkuat pengawasan hewan kurban nan memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Itu dilaksanakan di kampus FKH USK dan dibuka oleh Pemerintah Aceh dan di ikuti ratusan mahasiswa serta tenaga kependdikan.
Program tahunan ini sebagai corak nyata pengabdian civitas akademika kepada masyarakat. Lalu mendukung penyelenggaraan ibadah kurban nan sesuai dengan norma kesehatan masyarakat veteriner.
Tahun ini, SPPHQ mengusung tema, Bersinergi dalam Pengabdian untuk Mewujudkan Hewan Qurban nan Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) berbareng Masyarakat Tangguh Bencana.
Dalam sambutannya, Pemerintah Aceh nan diwakili oleh T. Robby Irza, selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh menyampaikan apresiasi atas konsistensi FKH USK. Terutama menghadirkan program pengawasan hewan kurban berbasis kesehatan masyarakat veteriner.
Dikatakan T Robby Irza, SPPHQ menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memastikan penyelenggaraan ibadah kurban nan sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat. Harapannya ini terus bersambung sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat nan handal dan sadar pentingnya keamanan pangan asal hewan.
Rektor Universitas Syiah Kuala nan diwakili oleh Profesor Rahmat Fadhil, nan membidangi Direktur Kewirausahaan dan Alumni USK, mengatakan bahwa SPPHQ merupakan penerapan (penerapan) nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Dikatakan Rahmat Fadhil, keterlibatan dosen, mahasiswa, praktisi dan pemerintah wilayah menjadi kekuatan utama dalam memastikan hewan kurban nan memenuhi prinsip ASUH serta layak dikonsumsi masyarakat.
Adapun Ketua panitia, M Agung Nur Sanjaya, menjelaskan bahwa rangkaian aktivitas berjalan sejak April hingga Juni 2026. Ini meliputi survei lokasi, webinar nasional, training peserta, pemeriksaan antemortem dan postmortem, hingga pertimbangan lapangan.
Sedikitnya 72 pengajar dan praktisi berbareng 280 mahasiswa diterjunkan ke beragam kabupaten/kota di Aceh. Antara lain disebarkan di area Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Pidie.
"Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kerjasama berbareng Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh, Dinas Pertanian Aceh Besar, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Aceh dan beragam pihak lainnya," tutur Faisal Jamin, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKH USK.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi langkah krusial dalam memastikan penyelenggaraan kurban nan ASUH dan higienis bagi masyarakat Aceh.
"Harapan nya seluruh tim supervisi dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masyarakat veteriner dan keamanan pangan asal hewan secara berkelanjutan," tambah Faisal Jamin nan juga seorang Dokter Hewan. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·