35 Hektare Lahan Terlantar Kembali Hidup, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Dicegah

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

35 Hektare Lahan Terlantar Kembali Hidup, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Dicegah

35 Hektare Lahan Terlantar Kembali Hidup, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Dicegah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) selama bertahun-tahun terus membayangi Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, nan berada di sekitar tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) UBPE Pongkor.

Kekhawatiran bakal aktivitas terlarangan tersebut terus dirasakan oleh Wahyudin, pemuda kelahiran Desa Kalongliud nan memilih kembali ke kampung halaman. 

Bertahun-tahun dirinya menyaksikan desanya berada dalam bayang-bayang aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Himpitan ekonomi dan rusaknya prasarana irigasi akibat musibah pada 2020 membikin sebagian penduduk nekat mencari nafkah di lubang-lubang tambang, mempertaruhkan nyawa demi penghasilan nan tak menentu.

Menurut Wahyu  kekhawatiran atas banyaknya lahan tidur dan terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi penggerak untuk berkontribusi di Kalongliud

“Pencegahan PETI tidak cukup hanya dengan penertiban. Masyarakat butuh pengganti ekonomi nan lebih kondusif dan layak,” kata Wahyu dalam keterangannya, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Pada tahun 2022 Antam Tbk UBPE Pongkor mempunyai program penemuan sosial Garitan Kalongliud. Namun Wahyu tidak sekadar menjadi penerima manfaat. Dia memilih berdiri di garis depan, memimpin Kelompok Taruna Muda dan membujuk pemuda desa menghidupkan kembali 35 hektare (ha) lahan terlantar.

Tantangan di lapangan tak sederhana. Harga pupuk kimia melonjak, (benih)penyakit keong mas menyerang padi, dan pasokan air terbatas. Namun bagi Wahyu, masalah adalah ruang lahirnya inovasi. Berbekal training dari Antam, dirinya menginisiasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Beko, hasil fermentasi keong mas dan urin domba.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com