Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengungkap bandar narkoba nan menjadi sasaran penangkapan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, melakukan perlawanan saat bakal ditangkap pada Kamis (2/7).
Iwan mengatakan, bandar narkoba tersebut meneriaki personil Satresnarkoba Polres Katingan sebagai perampok. Teriakan itu kemudian memancing kerabat dan penduduk sekitar untuk menyerang polisi nan sedang bertugas.
"Masyarakat nan ada di situ, family nan menjadi target, dan beberapa pelaku lain memprovokasi dengan teriakan 'rampok'. Kemudian mereka juga mengeluarkan senjata tajam dan senjata api laras panjang. Lalu terjadilah keributan di situ," kata Iwan di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa (7/7).
Akibatnya, polisi terpojok dan memilih mundur ke arah sungai. Saat itu, para pelaku terus menyerang polisi hingga akhirnya sebagian personil terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri.
Menurut Iwan, tidak semua anggotanya sukses menyelamatkan diri. Tiga personil nan kemudian ditemukan tewas diduga sempat ditangkap oleh para pelaku sebelum akhirnya dibunuh.
"Kenapa mereka mundur ke sungai? Karena di depan sudah didapat info bahwa cukup banyak golongan pelaku berada di sekitar rumah. Saat itu mereka memutuskan untuk terjun ke sungai," katanya.
Dalam kejadian tersebut, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana dan Aiptu Anumerta Sumaryanto ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka. Jasad keduanya ditemukan mengapung di sungai. Sementara itu, Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal bumi di letak penggerebekan.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·