Ilustrasi(magnifik)
Hipertensi alias tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah berada pada alias di atas 140/90 mmHg secara menetap. Salah satu aspek nan dapat meningkatkan risikonya adalah pola makan tinggi garam.
Selain itu, kebiasaan sehari-hari seperti kurang aktivitas bentuk dan pola hidup nan tidak sehat juga dapat meningkatkan akibat hipertensi.
Kebiasaan Sepele nan Bisa Berdampak Terkena Hipertensi
- Kurang aktivitas bentuk seperti berolahraga, melakukan pekerjaan rumah, merapikan rumah, alias melangkah santuy dapat membikin kapabilitas jantung lebih rendah dibandingkan orang nan rutin berolahraga. Orang nan jarang berolahraga mempunyai kapabilitas jantung nan lebih rendah sehingga jantung perlu memompa lebih berat untuk mengirim darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan akibat terjadinya hipertensi.
- Kurang tidur juga dapat membikin jantung kudu bekerja lebih keras. Kurang tidur membikin tekanan darah naik lantaran tubuh kandas menurunkan tekanan darah secara alami pada malam hari. Kondisi ini dapat memicu hormon stres, mempercepat degub jantung, dan menyempitkan pembuluh darah.
- Sembarangan mengkonsumsi obat pereda nyeri juga perlu diperhatikan. Obat ini dapat menyebabkan tubuh menahan air. Terlalu banyak air dalam tubuh dapat memengaruhi ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
Bergerak hingga Atur Pernapasan
Melakukan aktivitas bentuk seperti melangkah kaki dapat membantu pengidap tekanan darah tinggi. Berjalan kaki bisa mengurangi tekanan darah sistolik hingga 3,8 mmHg dan tekanan darah diastolik 0,3 mmHg. Jika dibarengi dengan pola hidup sehat dan obat-obatan nan disarankan, tekanan darah dapat lebih mudah dikendalikan.
1. Latihan Pernafasan
Melakukan pernapasan lambat dengan gelombang kurang dari 10 kali per menit selama 10 menit setiap hari dapat menurunkan tekanan darah secara instan. Teknik ini bekerja dengan merangsang saraf vagus nan berfaedah mengirimkan sinyal rileks ke seluruh tubuh dan menurunkan aktivitas hormon stres.
2. Yoga
Yoga dapat meningkatkan fleksibilitas, mendukung kesehatan jantung dan peredaran darah, meningkatkan daya dan vitalitas, serta menjaga metabolisme tetap seimbang.
3. Diet DASH
Diet yang dirancang untuk mencegah lonjakan tekanan darah, sehingga dapat mengatasi dan mencegah hipertensi. Diet ini menyarankan untuk mengonsumsi makanan rendah garam dan makanan nan mengandung nutrisi tertentu seperti kalium, kalsium, dan magnesium nan efektif menurunkan tekanan darah dan mengandung nutrisi seimbang,
Apa nan Perlu di Konsumsi
Dikutip dari WHO (World Health Organization), kalium ditemukan dalam beragam makanan nan tidak diolah, termasuk kacang-kacangan dan polong-polongan, biji-bijian, sayuran seperti bayam, kubis, dan peterseli, serta buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan kurma.
Disarankan untuk memenuhi asupan kalium minimal 90 mmol alias 3.510 mg per hari untuk orang dewasa. Peningkatan asupan kalium dari makanan dapat membantu menurunkan tekanan darah serta akibat penyakit kardiovaskular dan stroke.
Sumber, Alodokter, Halodok, WHO
English (US) ·
Indonesian (ID) ·