Warga mengambil air dari sumur tua nan berada di area Waduk Kedung Ombo, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Senin (2/9/2024).(ANTARA/Mohammad Ayudha)
SEBANYAK tiga desa nan tersebar di dua kecamatan di Purbalingga, Jawa Tengah mulai mengalami krisis air bersih. Tiga desa itu adalah Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja serta Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga Revon Haprindiat menatakan tiga desa mulai mengalami akibat kekeringan seiring memasuki musim kemarau 2026. Kondisi tersebut menyebabkan penduduk di sejumlah wilayah kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. “Untuk tiga desa nan mengalami kekeringan adalah Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja serta Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang,”jelasnya pada Senin (22/6).
Menurutnya, suplai support air bersih sudah dilaksanakan di Desa Serang dan Desa Kutabawa. Sementara Desa Wanogara Wetan baru melaporkan kejadian kekeringan dan belum dilakukan dropping lantaran penampung airnya belum siap.
Menurut Revon, penduduk di Desa Serang dan Desa Kutabawa nan berada di lereng Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut mulai mengalami krisis air bersih.
“Kekeringan nan terjadi tidak semata-mata dipicu oleh musim kemarau. Banjir dan tanah longsor nan melanda wilayah tersebut beberapa waktu lampau juga menyebabkan sejumlah akses menuju sumber mata air tertutup, sehingga memperparah kesulitan penduduk dalam mendapatkan air bersih,”ujarnya.
Akibat kondisi itu, masyarakat kudu menempuh jarak sekitar satu hingga dua kilometer untuk memperoleh air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Purbalingga telah mendistribusikan sebanyak 20.000 liter air bersih ke wilayah terdampak di Kecamatan Karangreja pada 19 Juni 2026.
Sebanyak dua tangki alias sekitar 10.000 liter air disalurkan ke Desa Kutabawa, sedangkan dua tangki lainnya dengan volume nan sama dikirim ke Dusun Gunungmalang, Desa Serang. "Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sedikitnya 102 kepala family alias sekitar 398 jiwa dengan melibatkan pemerintah desa setempat," ujarnya.
BPBD Purbalingga, kata Revon, terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di beragam wilayah dan siap menyalurkan support andaikan terdapat wilayah lain nan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Kami berambisi support air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam menghadapi musibah kekeringan," tambahnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·