Dua personil Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Yogyakarta diduga menjadi korban pengeroyokan saat mengikuti tindakan demonstrasi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di area Gedung DPRD DIY, Jumat (1/5).
Insiden diduga terjadi ketika massa nan tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) hendak meninggalkan letak demo melalui ruas jalan samping Gedung DPRD DIY.
Dalam keterangan tertulis nan diterima Pandangan Jogja, Humas AMEL, Bung Koes, menyebut ada sekelompok orang nan melontarkan teriakan bersuara kasar kepada massa tindakan dan menghentikan laju kendaraan massa.
Sekitar sepuluh orang kemudian menyerang salah satu personil SMI Jogja setelah kendaraan berhenti.
“Dalam kejadian tersebut, salah seorang pelaku menggunakan tongkat bendera nan sebelumnya dirampas dari massa tindakan untuk melakukan pemukulan,” kata Bung Koes dalam rilis nan diterima Jumat (1/5).
Anggota SMI Jogja lain nan berupaya merekam kejadian turut menjadi sasaran kekerasan. Korban disebut dipukul berulang kali di bagian kepala dan ponselnya sempat dirampas sebelum sukses direbut kembali.
Akibat kejadian tersebut, Boengkoes menyebut korban mengalami luka di bagian tangan kiri serta nyeri di kepala pasca kejadian.
Dalam konvensi pers di PSPK UGM pada Sabtu (2/5), LBH Yogyakarta nan mendampingi kasus ini menyebut bahwa korban telah melakukan visum dan tengah menyiapkan laporan ke kepolisian.
Sementara itu, Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengaku pihaknya tak menjumpai adanya kejadian kekerasan di letak aksi.
"Tidak ada kejadian apa-apa. Saya dan pak Kapolresta juga berada di DPRD sampai tindakan selesai," ujar Iptu Dani Hasan, dikonfirmasi Pandangan Jogja, Jumat (1/5).
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·