Sebanyak dua kantong jenazah korban tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa di perairan laut Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, akhirnya teridentifikasi. Mereka adalah, Hasriati dan Bau Intang.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan tim forensik Biddokes Polda Sulsel telah sukses mengidentifikasi dua kantong mayit nan diserahkan Basarnas kemarin.
"Dua jenazah nan diserahkan Basarnas adalah korban alias penumpang KM Nurul Salsa," kata Didik kepada wartawan, Kamis (23/7).
Didik menegaskan, Basarnas dan kepolisian telah merampungkan info jumlah penumpang kapal KM Nurul Salsa. Dari awalnya sebanyak 78 orang, menjadi 76 orang. Sehingga, total korban nan tetap dalam pencarian sebanyak 17 orang.
"Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah korban KM Nurul Salsa mengalami perubahan dari sebelumnya 78 orang menjadi 76 orang. Perubahan ini terjadi lantaran ditemukan dua nama nan tercatat dobel dalam info penumpang, serta satu nama nan sebelumnya masuk dalam daftar manifest, namun setelah dilakukan pendalaman dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa," jelas dia.
Terpisah, Kabiddokes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris mengatakan, identifikasi kedua jenazah dilakukan dengan langkah metode DVI. Yaitu, mencocokkan info post mortem dari jenazah dengan info ante mortem dari family korban.
Data pembanding dapat berupa sidik jari, rekam medis, susunan gigi, hingga properti alias peralatan pribadi nan melekat pada korban.
Berikut identitas kedua jenazah;
Kantong jenazah dengan nomor PM 62 B01 Selayar cocok dengan nomor AM002, teridentifikasi sebagai Hasriati, jenis kelamin perempuan, umur 44 tahun, penduduk Dusun Garassi, Kelurahan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui info gigi, info medis, dan properti.
Kantong jenazah dengan nomor PM 62 B02 Selayar cocok dengan nomor AM001, teridentifikasi sebagai Bau Intang, perempuan, umur 50 tahun, penduduk Putabangun, Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui sidik jari dan info medis.
Ia menambahkan, hingga sekarang Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima 16 info ante mortem dari family korban nan sebelumnya dilaporkan hilang. Data tersebut menjadi referensi dalam memastikan identitas setiap korban nan ditemukan.
"Hingga saat ini Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima laporan ante mortem sebanyak 16 korban dari 17 korban," katanya.
Setelah identitas kedua korban dipastikan, jenazah selanjutnya bakal dipulangkan ke wilayah asal untuk dimakamkan oleh keluarga.
"Hari ini kedua jenazah bakal langsung diserahkan ke Polres Selayar untuk dibawa ke Kabupaten Selayar untuk diserahkan kepada keluarga," ujar Haris.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·