Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, tetap terus terjadi di Timur Tengah. Gencatan senjata nan tetap bertindak makin tak menentu lantaran "perang mulut" nan terus terjadi di antara kedua negara, terutama mengenai Selat Hormuz.
Berikut perkembangan terkini, Selasa hingga Rabu (6/5/2026), dirangkum CNBC Indonesia, dari beragam sumber.
1.AS Sebut Operasi "Ofensif" Sudah Berakhir
AS telah menyelesaikan operasi ofensifnya terhadap Iran. Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada hari Selasa.
Ia mengulangi pernyataan kepada Kongres nyaris sebulan setelah gencatan senjata nan rapuh. Kepada wartawan, dia berujar "operasi telah berhujung -- Epic Fury -- seperti nan diberitahukan presiden kepada Kongres".
"Kita sudah selesai dengan tahap itu," ujarnya.
2.Iran Bantah Serang UEA
Militer Iran membantah melancarkan serangan apa pun terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir. Abu Dhabi sendiri telah menuduh Teheran melancarkan serangan drone dan rudal terhadapnya.
3.AS Ancam "Respons Menghancurkan" ke Iran di Selat Hormuz
Pasukan AS siap untuk melanjutkan operasi tempur melawan Iran jika diperintahkan. Hal ini dikatakan perwira militer tertinggi Washington.
Pentagon menakut-nakuti bakal memberikan respons "menghancurkan" terhadap serangan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Peringatan tersebut muncul setelah kepala negosiator Iran nan berpengaruh mengatakan bahwa Teheran "bahkan belum memulai", menyulut kembali perang Timur Tengah.
4.Trump Desak Iran Lakukan Hal Cerdas
Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk "melakukan perihal nan cerdas" dan membikin kesepakatan untuk mengakhiri perang. Ia mengatakan apalagi ketika gencatan senjata goyah bahwa dia tidak mau membunuh lebih banyak penduduk Iran.
"Mereka kudu melakukan perihal nan cerdas, lantaran kami tidak mau masuk dan membunuh orang. Sungguh tidak," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval ketika ditanya tentang Iran.
"Saya tidak mau, itu terlalu sulit."
5.Zelensky Tawarkan Bantuan ke Arab
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menawarkan skill negaranya dalam memerangi drone buatan Rusia dan Iran kepada negara-negara Timur Tengah. Kali ini, dia menawarkan support kepada Bahrain dalam kunjungan terbarunya ke wilayah tersebut.
"Ukraina siap berbagi skill keamanannya dengan Bahrain dan membantu memperkuat perlindungan jiwa," kata Zelensky dalam sebuah pernyataan daring setelah berjumpa dengan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa.
6.Seruan Deeskalasi
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia bakal berbincang dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa sore. Sementara para pemimpin bumi menekan Iran untuk menegosiasikan pengakhiran perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz memohon kepada Iran untuk "kembali ke meja perundingan dan berakhir menahan area dan dunia". Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga melakukan perihal serupa.
7.Pertemuan Iran-FIFA
FIFA telah mengundang federasi sepak bola Iran (FFIRI) ke markas besarnya untuk pembicaraan mengenai partisipasi negara tersebut di Piala Dunia tahun ini. Kehadiran Iran di turnamen nan diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko antara 11 Juni dan 19 Juli, diselimuti ketidakpastian sejak perang meletus.
8.Raksasa Pengiriman Maersk Berlayar di Selat Hormuz
Raksasa pengiriman peralatan Denmark, Maersk, mengatakan salah satu kapalnya telah berlayar melalui Selat Hormuz di bawah pengawalan AS. Perusahaan menambahkan bahwa transit tersebut selesai "tanpa insiden".
9.India Kritik Serangan ke UEA
India mengutuk serangan pesawat tak berawak terhadap akomodasi daya di UEA nan melukai tiga penduduk India, dan mendesak akses tanpa gangguan ke Selat Hormuz. UEA mengatakan serangan Iran telah mengenai sasaran termasuk pusat daya Fujairah nan vital, menyebut serangan itu sebagai "eskalasi rawan dan pelanggaran nan tidak dapat diterima".
10.Korsel Mempertimbangkan Terlibat di Selat Hormuz
Korea Selatan (Korsel) mengatakan bakal "meninjau posisinya" tentang berasosiasi dengan operasi AS di Selat Hormuz. Ini setelah Presiden Donald Trump mendesak Seoul untuk ikut serta menyusul serangan Iran nan tampaknya terjadi pada salah satu kapalnya.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·