1 Warga Meninggal di Pejompongan Semalam, Polisi Bantu Evakuasi

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Polisi menerima laporan adanya penduduk meninggal saat aksi rusuh terjadi di Pejompongan, Jakarta kemarin. Pihak kepolisian membantu melakukan pemindahan setelah menerima laporan tersebut.

"Jadi berasal dari adanya info masyarakat kepada pihak kepolisian. Kita mengetahui bahwa di letak itu tetap terjadi kerusuhan, sehingga Polri pun untuk melakukan pemindahan kudu memandang menghitung pemindahan tersebut kondusif bagi petugas nan melakukan evakuasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Setelah letak aman, kata Budi, Biddokes Polda Metro mengevakuasi korban nan saat itu sudah dalam kondisi pingsan. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal bumi saat ditangani master di RS TNI AL Mintohardjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga pada saat letak itu sudah diamankan Biddokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki nan dalam kondisi pingsan. Rumah sakit terdekat adalah RS Mintohardjo, dibawa ke rumah sakit tapi pada saat penanganan di RS nan berkepentingan meninggal dunia," ujarnya.

Pada pukul 23.30 WIB, korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan proses identifikasi. Pihak family menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban.

"Setelah dilakukan identifikasi dilakukan penyelenggaraan visum tadi pagi kami juga berjumpa phak family almarhum, anak kandung nan berkepentingan tidak bersedia dilakukan autopsi. Kami tetap melakukan mengusulkan permohonan untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Ini juga ditolak pihak family dan sudah mengeluarkan surat pernyataan," jelasnya.

Budi menambahkan, polisi belum bisa meminta keterangan pihak family korban lantaran tetap dalam kondisi berduka. Polisi menegaskan peristiwa ini menjadi pembelajaran agar semua pihak menciptakan ruang kondusif saat tindakan unjuk rasa.

"Kami tetap memandang satu sisi empati, satu sisi kedukaan family sehingga pihak penyelidik belum bisa untuk meminta keterangan lebih lanjut. Tapi dengan adanya peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa menciptakan ruang kondusif bukan hanya bagi penyampai aspirasi, ada masyarakat masyarakat lain nan kudu dilindungi dijaga harkat martabat jiwa dan keselamatan," tuturnya.

(wnv/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑