Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menghadiri sekaligus ikut meluncurkan Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF atau Country Programme Action Plan (CPAP) 2026–2030 dengan tema “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia" nan digelar Kementerian PPN/Bappenas berbareng Kementerian Dalam Negeri dan UNICEF di Jakarta, Senin (20/4/2026)
Peluncuran program berjalan berbareng sejumlah pejabat kementerian/lembaga. Di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Anwar Harun Damanik, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman, serta Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Pungkas Bahjuri Ali.
Program kerja sama ini dituangkan dalam Country Programme Action Plan (CPAP) 2026–2030. Dokumen ini menjadi landasan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF dalam mendukung pembangunan anak secara menyeluruh, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam penyusunannya, CPAP 2026–2030 merujuk pada sejumlah kebijakan nasional dan komitmen global, seperti RPJMN 2025–2029, United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026–2030, dan Konvensi Hak Anak. Fokus program kerja sama ini meliputi tujuh bagian utama, ialah gizi, kesehatan, pendidikan, air, sanitasi, dan kebersihan, perlindungan anak, kebijakan sosial, serta efektivitas program.
Kementerian Sosial juga menjadi salah satu kementerian nan terlibat dalam penyusunan substansi arsip CPAP 2026–2030.
Dalam rangkaian aktivitas ditampilkan video, laporan penyusunan arsip kerja sama, penandatanganan komitmen wilayah di 13 letak kerja sama, hingga peluncuran berbareng CPAP Pemerintah Indonesia–UNICEF. Wamensos Agus Jabo ikut meluncurkan berbareng program tersebut sebagai corak support Kementerian Sosial terhadap penguatan agenda pembangunan anak di Indonesia.
Sebagai bagian dari acara, perwakilan anak muda turut menyampaikan aspirasi. Aktivis suasana dan kelamin nan datang sebagai perwakilan anak muda Indonesia, Alya Sabira, menekankan pentingnya kebijakan nan berpihak pada anak.
“Saya percaya bahwa perubahan itu nyata, terutama ketika sistem betul-betul mendukung kami. Dengan adanya kerja sama ini, saya mempunyai beberapa harapan. Pertama, dalam pengelolaan anggaran, saya berambisi child sensitive budgeting menjadi prioritas dan dikhususkan agar setiap program dan kebijakan nan dikeluarkan dapat menjangkau anak nan paling rentan dan paling tertinggal,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·