Awaludin
, Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |12:24 WIB

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria (foto: dok ist)
JAKARTA - Pemanfaatan kepintaran buatan (AI) sekarang mulai digunakan untuk mengawal pengedaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari dapur UMKM hingga ke tangan siswa, dengan pengawasan real-time nan lebih transparan dan akuntabel.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, meninjau langsung penyelenggaraan Program MBG berbasis AI. Peninjauan dilakukan di sekolah penerima manfaat, mitra UMKM, hingga Command Center MBG nan menjadi pusat pemantauan berbasis kepintaran buatan (AI).
Melalui Command Center tersebut, proses penyediaan makanan dipantau secara real-time, mulai dari dapur UMKM hingga pengedaran ke sekolah. Sistem ini dirancang untuk memastikan keamanan pangan, transparansi, serta akuntabilitas program.
Nezar menegaskan, pemanfaatan teknologi kudu bisa menjawab kebutuhan publik secara nyata.
“Dalam program seperti MBG, teknologi bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat pengawasan, akuntabilitas, serta mitigasi akibat secara dini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Program MBG Swasta nan diinisiasi Grab–OVO ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), nan sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong keterlibatan bumi upaya pada program strategis nasional.
Seluruh pendanaan program ini berasal dari biaya CSR Grab–OVO dan support mitra swasta non-profit. Model ini dirancang sebagai pelengkap program MBG pemerintah dengan konsentrasi pada keamanan pangan, tata kelola nan akuntabel, serta akibat sosial berkelanjutan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·