Ketua Komisi I DPR Utut Adianto meluruskan rumor pemberian akses lintas udara RI ke Amerika Serikat (AS). Utut memastikan rumor tersebut tidak betul dan RI tak memberikan kedaulatan ke AS.
"Kita disudutkan oleh pemberitaan ada blanket untuk di udara, overfly. Ini kan kudu kita cek apa nan ditandatangani oleh Pak Men-Mas Syafrie. Saya coba WA beliau, mungkin dalam perjalanan pesawat, tetapi begitu mendarat beliau jelaskan tidak ada itu," kata Utut saat konvensi pers di gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2026).
Utut mengaku langsung meminta keterangan Menteri Pertahanan Sjafrie mengenai rumor tersebut. Usai dijelaskan, dia pun mendapat gambaran bahwa tak ada aliansi militer saat Menhan Sjafrie menyambangi Pentagon pada 13 April lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang krusial pertama, ini bukan aliansi militer. Ini terjadi di tanggal, lokasinya di Pentagon, 13 April 2026 antara Pak Syafrie dan menteri di sana disebutnya Secretary of War, sebelumnya Secretary of Defense. Jadi memang ada konsep nan berbeda," ucap dia.
Kemudian, Utut menegaskan kedaulatan RI tetap milik RI. Dia menekankan AS tetap kudu meminta izin untuk melintasi wilayah udara Indonesia.
"Kemudian kedaulatan udara adalah absolut artinya buat kita. Jadi tetap kudu ada notice kepada Kemhan dan AURI kita," ujar dia.
Utut menyebut kesepakatan Indonesia dan AS adalah seputar penguatan TNI. Dia menyebut ada 3 pilar nan diperkuat.
"Ada tiga pilar-pilar nan ketiga adalah gimana memperkuat TNI kita ialah dengan konsep ada modernisasi dan transfer teknologi. Ini jika ini info dari beliau. Pendidikan militer profesional, jadi bakal ada ekspansi akses program IMET (International Military Education of Training)," jelas dia.
"Dan juga kelak interoperabilitas operasional. Jadi peningkatan kompleksitas latihan rutin antara lain sebesar Super Garuda Shield. Dari itu semua kita bakal memperoleh 'Peace to Strength'. Jadi kekuatan nan kita makin kuat tetapi untuk tujuan damai," lanjutnya.
Utut pun sekali lagi menegaskan Indonesia tidak memberikan kedaulatan kepada AS. "Jadi tidak ada di sini nan sifatnya bahwa kedaulatan kita sudah diberikan kepada United States, utamanya di udara kita," tutur dia.
(maa/rfs)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·