Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dan keterbukaan info dalam menangani tuberkulosis (TBC) di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah wilayah dan keterlibatan aktif kader kesehatan menjadi modal utama untuk mempercepat penanganan penyakit tersebut.
Hal tersebut disampaikan dalam aktivitas Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis di Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4). Ia menjelaskan bahwa penanganan TBC merupakan konsentrasi utama pemerintah pusat nan ditargetkan selesai dalam tiga tahun ke depan.
"Bapak Presiden memberikan atensi khusus... tiga tahun ini kudu sudah tuntas," ujar Wiyagus dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan bahwa sasaran tersebut memerlukan pendekatan lapangan nan aktif melalui penemuan awal terhadap masyarakat nan berisiko terpapar.
Wiyagus menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah menunjukkan kesiapan nan baik dalam menjalankan program penanganan TBC. Namun, dia mengingatkan agar transparansi info tetap dijaga agar pemerintah pusat maupun wilayah dapat menentukan langkah intervensi nan akurat.
"Tidak usah takut untuk memaparkan info nan sesungguhnya... tidak perlu ada info nan disembunyikan," tegasnya.
Ia menambahkan, transparansi sangat krusial untuk memetakan sebaran kasus secara riil tanpa ada info nan sengaja ditutupi oleh birokrasi.
Wiyagus juga meminta pemerintah wilayah tidak bekerja secara parsial dan kudu melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Langkah proaktif sangat dibutuhkan dengan menjangkau langsung penduduk ke pemukiman daripada sekadar menunggu pasien datang ke akomodasi kesehatan.
"Kita proaktif, bukan hanya menunggu, ya, di Puskesmas, bukan hanya menunggu di rumah sakit, ... di sini pentingnya kolaborasi," imbuh dia.
Pola kerja nan menjemput bola diharapkan dapat mempercepat pemutusan rantai penularan di lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Wiyagus menambahkan bahwa penyelesaian masalah TBC berangkaian erat dengan produktivitas masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.
Keberhasilan penanganan ini merupakan bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Di samping aspek medis, dia juga membujuk semua pihak untuk mulai menghilangkan stigma negatif terhadap penderita TBC di tengah masyarakat. Penyakit ini ditegaskan sebagai kondisi medis nan dapat disembuhkan secara total melalui pengobatan nan tepat dan rutin.
"Tuberkulosis ini bukan kejelekan bagi kita. Ini bisa diobati," pungkas Wiyagus.
(ory/ory)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·