Wali Kota Bekasi: Flyover Perlintasan KA Makan Biaya Rp 220 M, Selesai 6 Bulan

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Foto: kumparan

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengungkap rencana percepatan pembangunan flyover di area perlintasan kereta sebidang Bekasi Timur, usai kejadian tabrakan kereta. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 220 miliar.

Hal itu disampaikan Tri saat ditemui di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Menurut Tri, pembangunan flyover menjadi solusi untuk mengatasi tingginya nomor kecelakaan di area Bulak Kapal–Ampera.

“Makanya salah satu solusinya adalah memang sudah diinisiasi untuk melakukan pembangunan flyover. Pemerintah wilayah sudah selesai mengenai dengan pembebasan lahannya, nyaris kurang lebih Rp 100 miliar lebih. Kemudian dari provinsi tahun ini sudah dianggarkan Rp 30 miliar tahap satu dan bakal diselesaikan tahun depan,” kata Tri.

Ia menyebut, pemerintah pusat melalui pengarahan Presiden bakal membantu percepatan pendanaan.

“Tapi tadi malam pengarahan Pak Dasco [Wakil Ketua DPR], beliau bakal menggunakan biaya Banpres (Bantuan Presiden), dan kekurangannya mungkin sekitar Rp 220 miliar jika bisa dikeluarkan insyaallah dalam kurun waktu 6 bulan ke depan itu bakal sudah selesai pembangunan flyover nan ada. Artinya bahwa pengguna jalan lebih aman, lebih nyaman, selamat ya. Dan tentu perjalanan kereta api pun tidak bakal terganggu ya, lantaran kemudian betul-betul perlintasan itu kudu sudah memang ditutup,” lanjut dia.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tri menjelaskan, tingginya gelombang perjalanan kereta di letak tersebut membikin perlintasan rawan kecelakaan.

“Karena memang pola perjalanan keretanya itu kurang dari 10 menit, makanya begitu sigap posisi antara KRL dan kemudian kereta nan berikutnya. Sementara kegunaan stasiun di Bekasi Timur itu tidak mempunyai untuk mengubah apa, mengubah rel, lantaran relnya tetap itu hanya double track jadi tidak bisa sewaktu-waktu untuk dipindahkan. Jadi itulah kondisi nan ada,” ujar dia.

Lokasi taksi online nan terlibat kecelakaan dengan KRL Commuterline di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti banyaknya perlintasan kereta nan tidak dijaga di Bekasi. Ia menyetujui usulan pembangunan flyover sebagai langkah untuk meningkatkan keselamatan.

“Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak nan tidak dijaga ya, banyak tidak dijaga," kata Prabowo usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Kecelakaan kereta nan terjadi pada Senin (27/4) malam itu menjadi salah satu pemicu percepatan proyek tersebut, di tengah tetap berlangsungnya proses penanganan korban dan investigasi penyebab insiden.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan