Viral Pedagang di Rasuna Said Ancam Satpol PP dengan Sajam saat Penertiban

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi satpol pp provinsi dki jakarta. Foto: Aditia Noviansyah

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di area H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, berhujung mencekam setelah seorang pedagang wanita mencoba menyerang petugas dengan senjata tajam. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin siang (7/4) dan terekam dalam video nan diunggah melalui akun IG resmi @satpolppjaksel.

Dalam video nan beredar luas di media sosial, terlihat wanita tersebut memberikan perlawanan saat hendak diamankan oleh petugas Satpol PP. Ia meronta dan berupaya melepaskan diri dari pegangan petugas sembari terus berteriak histeris.

Beberapa petugas terlihat berupaya menenangkan sekaligus menghindari serangan, sebelum akhirnya sukses melumpuhkan dan mengamankan pelaku beserta senjata tajamnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan bahwa kejadian bermulai saat petugas melakukan penertiban terhadap pedagang nan berdagang di atas trotoar.

“Ibu tersebut berdagang starling di trotoar Rasuna Said. Kami meminta nan berkepentingan untuk menertibkan diri sesuai aturan,” kata Satriadi saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat dijumpai di Monas, Jakpus, Sabtu (5/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Menurut Satriadi, upaya penertiban telah dilakukan secara humanis dengan memberikan teguran dan imbauan. Namun, pedagang tersebut justru menunjukkan perlawanan.

Ia mengungkapkan, pedagang tersebut sebelumnya sudah dua kali ditertibkan di letak nan sama. Pada penertiban pertama, nan berkepentingan sempat menuding petugas menerima pungutan liar. Namun, tuduhan tersebut telah diklarifikasi oleh pihak Satpol PP dan dinyatakan tidak benar.

“Setelah itu, nan berkepentingan tetap tetap berdagang di letak nan sama. Saat ditertibkan kembali, kejadian tersebut kemudian viral di media sosial,” jelasnya.

Situasi memanas ketika pedagang tersebut mengeluarkan barang tajam nan diduga sebagai perangkat pemecah es dan mengarahkannya ke petugas. Aksi tersebut nyaris melukai personil Satpol PP nan bertugas.

“Dia sempat mengeluarkan perangkat tajam dan nyaris mengenai anggota. Beruntung, tidak ada petugas nan terluka,” tambahnya.

Meski sempat terjadi perlawanan, petugas akhirnya sukses melumpuhkan pedagang tersebut dan mengamankan senjata tajam guna mencegah akibat lebih lanjut.

Satriadi menegaskan bahwa di sepanjang Jalan Rasuna Said memang terdapat sejumlah PKL, namun tidak semuanya menolak penertiban. Pedagang nan terlibat dalam kejadian tersebut disebut sebagai salah satu nan membandel.

“Sepanjang jalan itu memang banyak PKL, tapi nan tidak mau ditertibkan ya nan bersangkutan,” katanya.

Pasca kejadian, Satpol PP memastikan area trotoar di Rasuna Said sekarang telah bersih dari aktivitas PKL lantaran dilakukan pengawasan secara rutin oleh petugas.

“Alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada lagi, lantaran terus diawasi,” ujarnya.

Terkait akibat kekerasan terhadap petugas di lapangan, Satriadi mengatakan pihaknya menekankan kesiapan perlengkapan pelindung diri (APD) bagi anggota.

“Risikonya memang tinggi. Walaupun kami mengedepankan pendekatan humanis dan profesional, kami tidak bisa memprediksi kondisi di lapangan. Karena itu, petugas kudu siap dengan APD nan memadai,” pungkasnya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan