Liputan6.com, Jakarta - Nelayan di bantaran Sungai Ciliwung area Kalibata, Jakarta Selatan, menilai upaya pemberantasan ikan sapu-sapu tidak mudah dilakukan secara tuntas. Salah satu nelayan, Ajum (39), mengatakan populasi ikan tersebut susah dikendalikan meski dilakukan penangkapan secara rutin.
"Memang bagus dibersihkan lantaran hama, tapi enggak bakal bisa habis. nan sudah biasa cari saja enggak bisa bersihin semuanya," kata Ajum saat ditemui di bantaran Ciliwung.
Ia menjelaskan ikan sapu-sapu mempunyai keahlian berkembang biak nan sangat cepat, sehingga populasinya tetap bertahan.
“Kembang biaknya cepat, satu ekor bisa sampai ribuan jika menetas,” ujarnya.
Menurut Ajum, kondisi tersebut membikin upaya pemberantasan ikan sapu-sapu tidak pernah betul-betul tuntas.
Ia apalagi mengibaratkan kondisi itu seperti pengendalian nyamuk nan susah dihilangkan sepenuhnya.
"Seperti nyamuk, dibasmi tetap ada lagi," katanya.
Meski demikian, Ajum menilai pembersihan sungai tetap krusial untuk menjaga kualitas lingkungan. Ia juga mengingatkan buntang ikan nan tidak diangkat dapat mencemari air.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·