Saat Gus Dur Rapat Pakai Bahasa Arab karena Diawasi Intel

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Minggu, 19 April 2026 |05:00 WIB

Saat Gus Dur Rapat Pakai Bahasa Arab lantaran Diawasi Intel

Saat Gus Dur Rapat Pakai Bahasa Arab lantaran Diawasi Intel

JAKARTA - Di era Orde Baru, Abdurrahman Wahid namalain Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU sering dikuntit intel pemerintah, lantaran Gus Dur tergolong tokoh nan kritis terhadap pemerintah saat itu.

Pada Muktamar NU di Situbondo, di mana NU memutuskan kembali ke khittahnya, para intel berkeliaran di arena muktamar, apalagi para pemasok pemerintah menyusup masuk ke ruang-ruang sidang, memata-matai setiap pembicaraan para kiai.

Dalam sebuah rapat krusial nan dihadiri oleh para ustad nan membahas tentang Pancasila, tiba-tiba Gus Dur meminta Kiai Tolchah Mansoer dan Kiai Achmad Siddiq agar memimpin sidang dan berpidato menggunakan telaah Arab.

Kiai Tolchah dan Kiai Achmad nan belum mengerti sepenuhnya maksud Gus Dur segera memimpin rapat menggunakan bahasa Arab. Rapat melangkah mulus karena, tentu saja, para ustad nan datang memahami bahasa Arab sepenuhnya.

Setelah  rapat, Kiai Tolchah Mansoer bertanya kepada Gus Dur mengenai perihal tadi. “Mas, rapat kita di dalam tadi itu diawasi oleh intelnya pemerintah, makanya sampeyan saya suruh berkata Arab. Mengapa? Karena intelnya pemerintah itu intel kepet (abangan) nan nggak bisa bahasa Arab..hehehe.”

Dalam kitab “Belajar dari Kiai Sahal”, termuat kisah gimana dengan langkah nan unik Kiai Sahal menghadapi jaringan telik sandi pemerintah.

Pernah, dalam suatu aktivitas besar nan digelar selama beberapa hari, Kiai Sahal selalu rutin diantar jemput oleh seseorang bertubuh tegap memakai sepeda motor.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com