Vagina Gatal setelah Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Ilustrasi vagina. Foto: Mikhaylovskiy/Shutterstock

Setelah melahirkan, tubuh mengalami banyak perubahan, termasuk pada area vagina. Salah satu keluhan nan cukup sering dialami ibu adalah rasa gatal nan mengganggu, apalagi bisa memengaruhi kenyamanan sehari-hari.

Kondisi ini umumnya tidak rawan kok, Moms. Tetapi memang cukup mengganggu sehingga perlu dipahami penyebab dan langkah mengatasinya.

Mengutip Health Line, rasa gatal pada memek setelah melahirkan bisa disebabkan oleh perubahan hormon, proses pengobatan luka, hingga jangkitan ringan. Jika ditangani dengan tepat, keluhan ini biasanya bakal membaik seiring waktu.

Penyebab dan Cara Mengatasi Vagina Gatal setelah Melahirkan

Ilustrasi memek Foto: Shutterstock

1. Perubahan hormon setelah melahirkan

Setelah melahirkan, kadar hormon estrogen turun drastis. Hal ini bisa menyebabkan memek menjadi kering, iritasi, hingga terasa gatal.

Cara mengatasi:

  • Gunakan pelembap memek alias pelumas berbahan aman

  • Minum cukup air agar tubuh tetap terhidrasi

  • Konsultasi ke master jika perlu krim estrogen

2. Proses pengobatan luka persalinan

Jika Anda melahirkan pervaginam, area perineum (antara memek dan anus) bisa mengalami luka alias jahitan. Saat proses penyembuhan, rasa gatal adalah perihal nan umum terjadi.

Cara mengatasi:

  • Jaga area tetap bersih dan kering

  • Gunakan air hangat untuk meredakan gatal

  • Hindari menggaruk agar luka tidak iritasi

3. Infeksi jamur alias bakteri

Salah satu penyebab paling umum gatal pada area genital adalah infeksi, seperti vulvovaginal candidiasis (infeksi jamur).

Cara mengatasi:

  • Gunakan obat antijamur sesuai resep dokter

  • Hindari penggunaan produk pembersih nan mengandung parfum

  • Segera periksa jika disertai keputihan tidak normal alias bau

4. Iritasi akibat pembalut alias produk kebersihan

Ilustrasi pembalut. Foto: Shutterstock

Setelah melahirkan, penggunaan pembalut dalam waktu lama bisa memicu iritasi dan rasa gatal, apalagi jika kulit sensitif.

Cara mengatasi:

  • Ganti pembalut secara rutin

  • Pilih produk tanpa pewangi

  • Gunakan busana dalam berbahan katun nan menyerap keringat

5. Kebersihan nan kurang tepat

Membersihkan area intim dengan langkah nan salah, seperti menggunakan sabun keras alias douching, justru bisa memperparah iritasi.

Cara mengatasi:

  • Bersihkan dengan air hangat saja alias sabun lembut (hypoallergenic)

  • Hindari penggunaan cairan pembersih memek berlebihan

  • Keringkan area dengan lembut setelah mandi alias buang air

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke tenaga medis jika:

  • Gatal tidak membaik dalam 1–2 minggu

  • Disertai nyeri hebat, aroma tidak sedap, alias keputihan abnormal

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan