Tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4), mengakibatkan sejumlah penumpang menjadi korban jiwa. Berdasarkan laporan nan diterima, empat orang meninggal dunia.
"Empat orang meninggal dunia," kata Heri, petugas bilik jenazah RSUD Bekasi.
Tampak family korban telah berada di RSUD Bekasi. Hingga saat ini, ambulans nan membawa korban terus berdatangan ke rumah sakit tersebut.
Sebelumnya, sejumlah penumpang KRL Cikarang Line dilaporkan tetap terjepit di gerbong unik wanita akibat ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Petugas berupaya mengevakuasi penumpang nan terjepit di gerbong 10 alias gerbong unik wanita. Gerbong tersebut merupakan bagian nan terbelah setelah ditabrak KA Argo Bromo.
Awal Peristiwa
Manajer Humas KAI Daop Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut awal mula kejadian itu adalah KRL nan terlebih dulu menabrak taksi sehingga posisinya terhenti.
Saat KRL itu berhenti, KA Argo Bromo menabrak dari belakang.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi nan menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal nan membikin KRL-nya terhenti," ucap Franoto kepada wartawan, Senin (27/4).
"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·