Turki mengungkap Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap mempunyai kemauan untuk melanjutkan dialog, di tengah persiapan nan mulai terlihat di Pakistan.
Kantor buletin AFP melaporkan, sejumlah tanda di Islamabad menguatkan indikasi bahwa negosiasi lanjutan kedua negara bisa segera digelar dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Minggu (19/4) mengatakan kedua pihak tetap membuka ruang pembicaraan untuk mengakhiri konflik.
"Baik Iran maupun AS mempunyai kemauan untuk melanjutkan pembicaraan guna mengakhiri perang," ujarnya kepada wartawan di Forum Diplomasi Antalya (ADF), dilansir Reuters.
Ia menyebut proses negosiasi sebenarnya sudah nyaris rampung, meski tetap ada sejumlah perbedaan nan belum terselesaikan.
"Pembicaraan antara Washington dan Teheran sebagian besar sudah selesai, tetapi tetap ada sejumlah perbedaan," kata Fidan.
Fidan juga mendorong agar gencatan senjata nan bakal berhujung pekan depan bisa diperpanjang.
"Gencatan senjata nan bakal berhujung pekan depan semestinya diperpanjang," lanjutnya.
Di sisi lain, dua sumber keamanan Pakistan mengungkap adanya aktivitas nan mengarah pada persiapan perundingan.
"Dua pesawat angkut berat AS, C-17 Globemaster, telah mendarat di Pangkalan Udara Noor Khan di Rawalpindi," ujar sumber tersebut kepada AlJazeera.
Pengamanan di sekitar ibu kota Islamabad juga diperketat dengan penutupan akses menuju area pemerintahan.
"Jalan dari airport menuju Zona Merah di Islamabad ditutup sementara, menandakan peningkatan pengamanan," kata mereka.
Hotel-hotel utama nan diduga bakal menjadi letak perundingan pun mulai dikosongkan dari tamu.
"Hotel Serena dan Marriott di Islamabad sedang dikosongkan dan tidak menerima pemesanan baru hingga Jumat," tambah sumber tersebut.
Hotel Serena sebelumnya menjadi letak putaran pertama negosiasi AS dan Iran pada Sabtu (11/4) lalu.
Hingga sekarang belum ada konfirmasi resmi mengenai agenda pasti perundingan lanjutan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·