Trump Sebut Xi Jinping Beri Sinyal Positif Tambah Impor Minyak Mentah dari AS

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri berbareng saat mengunjungi Kuil Surga di Beijing, Tiongkok, 14 Mei 2026. Foto: Reuters/Evan Vucci

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping menyukai pendapat untuk membeli lebih banyak minyak mentah AS saat kedua pemimpin tersebut berjumpa di Beijing.

Dikutip dari Bloomberg, Trump menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancara dengan Fox News, setelah seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis mengatakan bahwa China tertarik untuk membeli lebih banyak minyak mentah AS untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Selat Hormuz nan merupakan jalur laut krusial tersebut telah ditutup secara efektif sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, sehingga menghalang sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia, nan menyebabkan kenaikan harga.

"Kendati demikian, pernyataan resmi China sejauh ini belum menyebut daya sebagai topik nan dibahas kedua pemimpin, tetapi menyebut bahwa rumor mengenai Timur Tengah memang turut dibahas," tulis laporan Bloomberg seperti nan dikutip kumparan, Jumat (15/5).

Trump dan Xi berbincang selama lebih dari dua jam pada Kamis (14/5) lalu, dan dijadwalkan berjumpa lagi pada Jumat hari ini sebelum Trump dan rombongannya kembali ke Washington.

Sebelumnya, Trump, mengatakan dia mengangkat rumor pemberian akses nan lebih luas bagi Visa Inc. untuk menawarkan jasa pembayaran kepada konsumen dan upaya China.

Mengutip Bloomberg, Jumat (15/5), “Saya berkata, ‘Bagaimana jika mengizinkan Visa [di China]?’” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

“Ngomong-ngomong, kami menghadirkan ketua Visa di sana hari ini. Visa adalah perihal nan besar. Saya berkata, gimana dengan menggunakan Visa di China? Karena argumen tertentu, mereka ditolak, dan mungkin itu bakal dicabut," imbuh Trump.

CEO Visa, Ryan McInerney, termasuk di antara golongan sekitar 30 pelaksana perusahaan AS nan berasosiasi dengan delegasi Trump untuk kunjungan kenegaraan ke China.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan