Jakarta -
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran. Trump mengingatkan agar Iran tak memungut biaya kepada kapal-kapal tanker nan melintasi Selat Hormuz.
Seperti diketahui, Selat Hormuz telah ditutup sejak pecahnya perang Iran melawan campuran AS-Israel. Hal ini memicu krisis pasokan daya dunia paling parah sepanjang sejarah.
"Ada laporan bahwa Iran menarik biaya pada kapal-kapal tanker nan melewati Selat Hormuz," tulis Trump di akun Truth Social miliknya dikutip dari Reuters Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump menakut-nakuti agar Iran segera menghentikan praktik tersebut. "Jangan sampai mereka melakukannya, dan jika memang benar, mereka kudu menghentikannya sekarang juga," tambah Trump.
Kabar mengenai Iran bakal memungut biaya datang dari Juru Bicara Persatuan Eksportir Produk Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran Hamid Hosseini. Mengutip Financial Times, Iran bakal menarik biaya tol laut dalam corak mata duit kripto.
Hal ini dilakukan agar Iran tetap memegang kendali atas Selat Hormuz selama masa gencatan senjata dua minggu dengan AS. Meski demikian, para pemimpin negara Barat menolak buahpikiran tersebut.
Dalam unggahan terpisah, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, Trump menyebut pasokan minyak bumi segera normal kembali. "Anda bakal memandang minyak mulai mengalir kembali, dengan alias tanpa support dari Iran," jelas Trump.
Pecahnya perang sejak 28 Februari lampau telah melonjakkan nilai minyak dan mengguncang pasar global. Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu setelah sempat menakut-nakuti bakal menghancurkan seluruh peradaban Iran.
Situasi di Selat Hormuz tetap jauh dari normal. Meski gencatan senjata sudah diumumkan, volume lampau lintas kapal pada Kamis kemarin tetap di bawah 10% dari volume normal. Pihak Iran terus memperingatkan kapal-kapal nan lewat agar tetap berada di wilayah perairan teritorial Iran jika mau melintas dengan aman.
Sebelumnya, media Iran melaporkan undang-undang untuk memungut biaya bagi kapal nan mau melintas Selat Hormuz mulai dibahas di meja parlemen. Dikutip dari Aljazeera, Minggu (29/3/2026), meski tetap dibahas, nyatanya jurnal pelayaran Lloyd's List pada hari Rabu melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) telah memberlakukan sistem pos tol untuk mengontrol lampau lintas kapal melalui selat tersebut beberapa waktu ini.
Dalam dua minggu terakhir, dilaporkan 26 kapal nan melintasi selat telah mengikuti rute nan telah disetujui sebelumnya di bawah sistem pos tol IRGC nan mengharuskan operator kapal untuk mengikuti skema verifikasi. Kapal-kapal ini tidak mengaktifkan sistem persinyalan AIS mereka.
Bahkan personil parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi juga sempat mengatakan kepada saluran televisi Iran International, bahwa negaranya telah mengenakan biaya kepada beberapa kapal sebesar US$ 2 juta alias sekitar Rp 33,8 miliar (kurs Rp 16.900) untuk melewati selat tersebut.
"Sekarang, lantaran perang mempunyai biaya, tentu saja, kita kudu melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal nan melewati Selat Hormuz," kata Boroujerdi.
(rea/ara)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·