TPID dan BUMD Riau gelar pasar murah di lima letak stabilkan harga.
, PEKANBARU, – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bekerja sama dengan BUMD PT Riau Pangan Bertuah menggelar pasar murah di lima letak nan tersebar di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Senin (20/4). Kegiatan ini bermaksud untuk menjaga kesiapan bahan pokok serta menstabilkan nilai di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, pasar murah ini digelar di empat letak di Pekanbaru dan satu letak di Kampar. Untuk pekan ini, pasar murah dimulai di Halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim, Pekanbaru.
Pada Selasa (21/4), pasar murah bakal bersambung di Halaman Kantor Desa Pandau Jaya, Kabupaten Kampar, kemudian Rabu (22/4) di Halaman Kantor Lurah Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Selanjutnya, Kamis (23/4) di Halaman Kantor Lurah Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, dan ditutup Jumat (24/4) di Halaman Kantor Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru.
Tetty mengungkapkan bahwa operasi pasar ini krusial untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan nilai terjangkau. “Pasar murah bakal mulai pada pukul 08.30 WIB. Kami berambisi masyarakat dapat mengantre dengan tertib dan membawa kantong shopping dari rumah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujarnya.
Beberapa komoditas nan dijual antara lain beras SPHP seharga Rp60 ribu per 5 kilogram, beras anak daro dan sokan bungkusan 10 kg seharga Rp165 ribu, dan bungkusan 5 kg seharga Rp83 ribu. Selain itu, MinyaKita dijual Rp15.500 per bungkus, garam kristal Rp2 ribu per 200 gram, garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram, dan tepung segitiga biru Rp13 ribu per bungkus. Untuk cabe merah, bawang merah, bawang putih, dan kentang, harganya menyesuaikan nilai petani, sementara nilai telur ayam dinamis.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·