Taji Penjualan Mobil Merek China Kuartal I 2026, BYD Memimpin

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Mobil listrik BYD di IIMS 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan

Kehadiran merek asal China di industri otomotif Indonesia semakin terasa sepanjang kuartal pertama 2026. Berdasarkan info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) nan dihimpun kumparan, pangsa pasarnya sudah mencapai 17,76 persen.

Itu merupakan akumulasi penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) selama Januari hingga Maret 2026 nan totalnya mencapai 37.115 unit. Sedangkan retail alias penyaluran dari diler konsumen jumlahnya 34.803 unit alias market share 16,42 persen.

Selama kuartal pertama 2026, penyerapan pasar kendaraan baru roda empat alias lebih untuk semua pabrikan secara grosir mencapai 209.021 unit dan retail 211.905 unit. Sementara untuk Maret saja masing-masing jumlahnya 61.271 unit dan 66.637 unit.

Menyoal jenama nan paling populer, BYD tetap menjadi jawara dengan penjualan wholesales 12.473 unit alias setara sekitar 5,97 persen dari total pasar nasional. Posisi kedua ditempati Jaecoo dengan 8.065 unit alias berkontribusi sekitar 3,86 persen.

Jaecoo J7 SHS-P di IIMS 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Wuling, Chery, dan Geely melengkapi lima besar merek China dengan pengedaran masing-masing 3.594 unit, 3.211 unit, serta 2.965 unit. Kombinasi pemain lama dan pendatang baru menunjukkan pasar semakin kompetitif.

Selanjutnya, AION mencatatkan 2.148 unit wholesales diikuti Denza 1.117 unit, dan GWM sebanyak 879 unit. Merek seperti Jetour, XPeng, hingga MG Motor juga mulai membangun volume awal meski tetap di bawah 1.000 unit.

Sementara untuk pengiriman retail, akumulasi merek China sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai 34.803 unit alias telah mengamankan pangsa pasar sebesar 16,42 persen dari total sebanyak 211.905 unit.

Sama dengan wholesales, BYD juga memimpin penjualan dengan nomor 10.265 unit alias sekitar 4,84 persen dari total pasar nasional. Jaecoo mengikuti sangat dekat dengan 7.927 unit, menegaskan penerimaan pasar terhadap brand baru berjalan cepat.

Wuling Eksion debut di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan

Lalu Wuling mempertahankan pedoman konsumen loyal melalui capaian 4.643 unit. Sementara Chery dan Geely melanjutkan tren pertumbuhan dengan 3.433 unit dan 2.693 unit. Segmen menengah diisi AION dengan 1.940 unit, serta Denza sebanyak 867 unit

Secara keseluruhan, pangsa pasar merek China nan sudah mendekati 18 persen wholesales dan lebih dari 16 persen retail menjadi sinyal perubahan besar industri otomotif Indonesia. Strategi elektrifikasi, nilai kompetitif, serta fitur teknologi menjadi kunci penetrasi.

Dalam waktu relatif singkat, merek China sukses beralih bentuk dari pemain pengganti menjadi penantang serius merek Jepang dan Korea Selatan. Berikut daftar penjualan wholesales dan retail merek China di Indonesia kuartal pertama 2026.

Wholesales merek China Januari-Maret 2026 (37.115 unit)

  1. BYD: 12.473 unit

  2. Jaecoo: 8.065 unit

  3. Wuling: 3.594 unit

  4. Chery: 3.211 unit

  5. Geely: 2.965 unit

  6. AION: 2.148 unit

  7. Denza: 1.117 unit

  8. GWM: 879 unit

  9. Jetour: 672 unit

  10. XPeng: 593 unit

  11. MG Motor: 454 unit

  12. DFSK: 242 unit

  13. FAW: 240 unit

  14. Changan: 168 unit

  15. BAIC: 167 unit

  16. Neta: 72 unit

  17. Maxus: 55 unit.

Retail merek China Januari-Maret 2026 (34.803 unit)

  1. BYD: 10.265 unit

  2. Jaecoo: 7.927 unit

  3. Wuling: 4.643 unit

  4. Chery: 3.433 unit

  5. Geely: 2.693 unit

  6. AION: 1.940 unit

  7. Denza: 867 unit

  8. GWM: 822 unit

  9. Jetour: 591 unit

  10. XPeng: 434 unit

  11. DFSK: 305 unit

  12. FAW: 240 unit

  13. MG Motor: 205 unit

  14. BAIC: 180 unit

  15. Changan: 106 unit

  16. Neta: 83 unit

  17. Maxus: 69 unit.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan