Bagi banyak perempuan Indonesia, pengelolaan mungkin bisa jadi tantangan tersendiri. Tak sedikit dari mereka nan merasa bakal menjadi sandwich generation; membiayai tak hanya anak, tetapi juga orang tua nan sudah lansia.
Hal ini terungkap dalam survei nan dilakukan oleh Sun Life terhadap enam pasar Asia pada Januari 2026.
Dalam survei tersebut, terungkap bahwa 96 persen wanita Indonesia memperkirakan mereka bakal menanggung biaya perawatan orang tua nan sudah lansia. Ini menyorot kejadian generasi sandwich. Namun, jika dilihat dari kesiapan, hanya 26 persen dari mereka nan sudah menyisihkan setidaknya 10 persen dari pendapatan untuk kebutuhan tersebut.
Pengelolaan finansial dalam rumah tangga sebagian besar tetap dikelola oleh perempuan. Menurut survei, 50 persen wanita mengaku merekalah nan memikul tanggung jawab tunggal pengelolaan finansial sehari-hari.
Beban-beban finansial ini, terlebih beban sebagai sandwich generation, menyebabkan para wanita menghadapi triple penalty alias penalti berlapis tiga.
59 persen responden mengatakan, tanggung jawab pengasuhan menghalang peningkatan finansial mereka. 47 persen menyebut, tanggung jawab ini membatasi keahlian untuk merawat diri sendiri. Terakhir, 47 persen menyebut tanggung jawab ini berakibat pada pekerjaan mereka.
Tak sedikit pula wanita nan kudu berkorban secara finansial demi kesejahteraan keluarga. 82 persen memutuskan untuk mengurangi pengeluaran pribadi untuk rekreasi dan perjalanan, 57 persen wanita mengabaikan kebutuhan kesehatan, 30 persen membatasi kesempatan investasi, dan 28 persen menunda tabungan pensiun.
“Temuan ini mengingatkan kita bahwa banyak wanita handal di Indonesia nan secara sukarela berkorban tanpa diminta. Dalam menjaga keluarga, wanita sering kali mengorbankan kesehatan, rasa aman, dan rencana finansial mereka sendiri,” kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, dalam keterangan resminya.
Menurut Albertus, peran krusial wanita sebagai pengelola finansial dalam family kudu dihargai. Namun, peran para wanita kudu pula didukung dengan solusi dan pendampingan, sehingga mereka tidak mengorbankan masa depan sendiri.
Survei tersebut juga mengungkap, banyak wanita nan sekarang lebih mementingkan keamanan finansial di masa depan. 57 persen wanita mendefinisikan keamanan finansial sebagai bebas utang; 52 persen menyebut keamanan finansial adalah mempunyai tabungan cukup untuk pengeluaran tak terduga; dan 44 persen menganggap keamanan finansial sebagai adanya pendapatan pasif nan stabil dan mencukupi.
Mereka condong lebih mementingkan keamanan finansial di masa depan daripada membangun kekayaan. Hanya 36 persen nan bermimpi untuk mempunyai properti dan 16 persen nan mau meninggalkan warisan.
“Peran wanita Indonesia hari ini bukan hanya menjaga keseimbangan keluarga, tetapi juga garda utama dibalik setiap keputusan finansial rumah tangga. Karena itu, kehadiran dan support perencanaan finansial nan lebih relevan, praktis, dan mudah diakses menjadi penting,” tutup Albertus.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·