Stasiun Mampang Membusuk di Jakarta, Kini Tinggal Rangka dan Sampah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Stasiun Mampang sudah lama meninggal suri dan membusuk. Di tengah ramainya Jakarta, stasiun nan dulu melayani lintas Tanah Abang-Manggarai itu sekarang terbengkalai dan nyaris terlupakan.

Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (20/4/2026), stasiun ini berlokasi di antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman. Terlihat pintu masuk stasiun hanya berada di sisi utara, tepat di Jl. Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, lantaran di sisi lain stasiun terdapat Kali Ciliwung.

Pada sisi utara Stasiun Mampang terdapat beberapa anak tangga nan bisa digunakan untuk keluar masuk stasiun. Karena area ini tidak dilengkapi pembatas seperti pagar, masyarakat dapat dengan mudah masuk ke dalam area stasiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayang, tepat di atas anak tangga terakhir terdapat tumpukan sampah seperti cabang pohon maupun karung-karung putih nan berisi daun-daun kering. Setelahnya, langsung terlihat dua gedung mini dari beton tanpa genting maupun jendela.

Stasiun MampangBanyak Sampah di Stasiun Mampang Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

Dengan tembok berwarna abu-abu kusam dan penuh coretan, tetap tertempel plang bertuliskan 'Mampang' di gedung stasiun. Sementara di sisi selatan stasiun, hanya ada sisa tiang menyerupai kerangka halte nan tersisa, komplit dengan tulisan 'Mampang' juga. Namun, tidak ada jalur unik bagi orang untuk menyeberang dengan nyaman.

Meski kondisi gedung Stasiun Mampang sudah tidak terawat dan terbengkalai, jalur rel kereta di depannya tetap aktif dilintasi KRL setiap hari. Tak jarang, rangkaian KRL nan hendak melintas terhenti sejenak di depan stasiun ini untuk menunggu sinyal masuk ke stasiun berikutnya.

Dalam kondisi inilah terlihat bahwa gedung stasiun nan sudah berdiri sejak era kolonialisme Belanda itu tidak bisa lagi digunakan untuk aktivitas naik turun penumpang.

Sebab, peron nan ada tidak cukup tinggi untuk menggapai pintu KRL saat ini, hanya setinggi roda-roda besi kereta nan melintas. Selain itu, panjang peron Stasiun Mampang juga terlihat hanya cukup untuk menampung sekitar empat gerbong KRL nan berhenti.

Masih belum cukup, peron-peron nan ada juga sudah sangat tidak layak lantaran hanya terdiri dari tanah dan kerikil. Ditambah pecahan puing, kaca, dan ranting-ranting pohon nan membikin permukaan peron semakin tidak rata, sehingga sangat tidak layak digunakan untuk naik turun penumpang.

Stasiun MampangStasiun Mampang tinggal rangka Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

Stasiun MampangStasiun Mampang sekarang Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance