Di tengah padatnya peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, sensitivitas tetap kerap dipandang sebagai kelemahan. Padahal, di kembali rasa mudah tersentuh, lelah, cemas, hingga ketidaknyamanan fisik, ada sinyal tubuh dan emosi nan perlu didengar. Berangkat dari perihal tersebut, Aveeno meluncurkan kampanye terbaru berjudul SOS: Strength of Sensitivity.
Inisiatif dari brand perawatan kulit di bawah naungan Kenvue ini datang untuk meningkatkan kesadaran mengenai beragam dimensi sensitivitas nan dialami perempuan, mulai dari aspek fisik, emosional, hingga sosial. Kampanye ini juga mau membuka ruang perbincangan nan lebih suportif, sekaligus menegaskan komitmen Aveeno dalam menghadirkan perawatan berbasis sains nan relevan dengan kebutuhan wanita masa kini.
Peluncuran kampanye ini turut dihadiri psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi., Aveeno Baby Brand Ambassador Jessica Iskandar, Aveeno Brand Ambassador Maudy Ayunda, President Director Kenvue Indonesia Anggia Pramono, serta Marketing Director Kenvue Indonesia Fika Yolanda.
“Sensitivitas merupakan bagian dari keseharian banyak perempuan, namun sering kali kurang dikenali alias disalahpahami,” ujar Anggia Pramono. “Melalui SOS: Strength of Sensitivity, Aveeno mau mendorong pemahaman nan lebih luas terhadap pengalaman tersebut sekaligus menciptakan ruang nan lebih suportif di mana wanita didengar dan dihargai.”
Ia menambahkan, inisiatif ini menjadi bentuk kepercayaan bahwa kepedulian dan kekuatan bisa melangkah beriringan, sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi nan berbasis sains dan empati.
Dalam kesempatan nan sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., turut menyampaikan apresiasinya melalui video sambutan. Ia menilai kampanye ini sejalan dengan upaya berbareng untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan wanita dan anak tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga mental, emosional, dan sosial.
“Sudah saatnya kita menghapus stigma bahwa sensitivitas adalah kelemahan. Kami berambisi pesan Strength of Sensitivity bisa mendorong perubahan langkah pandang bahwa kepekaan adalah kekuatan nan perlu dirayakan,” ujarnya.
Aveeno menyoroti bahwa sensitivitas bisa muncul dalam beragam corak di kehidupan sehari-hari. Banyak wanita mengalami tekanan emosional seperti kecemasan, mudah tersinggung, hingga gangguan tidur. Sejumlah studi juga menunjukkan hubungan antara stres emosional dan sensitivitas kulit, nan memperlihatkan kaitan erat antara kondisi internal dan kenyamanan eksternal.
Namun, norma sosial dan budaya tetap sering membikin wanita enggan mengekspresikan ketidaknyamanan secara terbuka. Tak sedikit nan tetap menjalankan tanggung jawab besar dalam pengasuhan maupun pekerjaan ahli sembari memendam beban emosional.
Menurut psikolog Indah Sundari Jayanti, sensitivitas justru mempunyai peran krusial dalam gimana seseorang memproses pengalaman dan menjaga kesejahteraan diri.
“Banyak wanita mengalami momen sensitif dalam kehidupan sehari-hari, baik secara emosional maupun mental, nan jika dipendam dapat berkembang menjadi kelelahan emosional, kecemasan, dan tekanan psikologis,” jelasnya.
Ia menambahkan, stres emosional juga dapat memicu alias memperburuk kondisi kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan iritasi lantaran adanya hubungan antara sistem saraf dan respons kulit.
“Namun, sensitivitas bukanlah kelemahan, melainkan corak kesadaran dan kesempatan untuk bertumbuh,” lanjut Indah.
Sebagai bagian dari kampanye ini, Aveeno menghadirkan beragam platform keterlibatan, termasuk seri podcast di akun resmi TikTok Aveeno Indonesia. Lewat kanal tersebut, beragam rumor sensitif nan kerap dihadapi wanita Indonesia bakal dibahas secara terbuka. Masyarakat juga diajak berbagi pengalaman melalui tautan unik nan disediakan agar tercipta ruang saling mendukung dan memahami.
Fika Yolanda mengatakan bahwa Aveeno selama ini dikenal melalui keahliannya dalam merawat kulit sensitif dengan formulasi nan didukung sains. Melalui kampanye terbaru ini, komitmen tersebut diperluas dengan mengangkat percakapan nan lebih luas mengenai sensitivitas perempuan.
Sementara itu, Maudy Ayunda menilai momen sensitif merupakan bagian alami dari kehidupan, baik secara emosional maupun fisik.
“Ketika kita memberi ruang untuk memahami emosi sendiri, sensitivitas dapat menjadi sumber kekuatan nan membantu kita lebih peka terhadap diri sendiri, lebih berempati terhadap orang lain, dan lebih handal dalam menghadapi tantangan,” ungkap Maudy.
Ia juga membujuk masyarakat untuk berani berbagi kisah melalui kampanye SOS: Strength of Sensitivity, lantaran setiap cerita dinilai mempunyai kekuatan untuk menginspirasi dan menguatkan orang lain.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·