Jakarta, CNN Indonesia --
Rekaman video seorang personil Satpol PP Kota Bogor, Jawa Barat, mengaku Surat Keputusan (SK) pengangkatannya digadai pemimpin ke bank hingga menunggak angsuran viral di media sosial.
Akibatnya, tunjangan bulanan personil nan menjadi korban dipotong pihak bank untuk bayar angsuran macet selama 7 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Kasat Pol PP Kota Pupung W Purnama membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan SK personil Satpol PP Kota Bogor digadai oknum ASN inisial I dengan perjanjian bakal dibayar setiap bulannya.
"Iya jadi si I ini, dia menggunakan nama personil untuk pinjam duit ke bank, pakai SK personil tapi ini sepengetahuan personil dengan perjanjian kelak cicilannya si I nan bayar," kata Pupung kepada wartawan, dikutip Senin (13/4).
"[Jabatan I] Kasubag Keuangan dan Pelaporan di Satpol PP Kota Bogor," tambahnya.
Namun dalam perjalanannya, rupanya I tidak bisa bayar angsuran pinjaman, sehingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) korban dipotong otomatis oleh pihak bank.
"Kemudian rupanya kan macet, nah lantaran macet otomatis tanggung jawab cicilannya itu kan melekat ke nan punya SK dong. (Imbasnya) TPP-nya dipotong tiap bulan, iya tunjangan, TPP pegawainya dipotong, kan setiap ASN dapet TPP," ucap Pupung.
"Jadi tunjangan penghasilannya itu dipotong untuk bayar tanggungjawab angsuran setiap bulannya, nan semestinya dibayar oleh I," sambungnya.
Pupung mengaku pihaknya tetap mendalami jumlah pinjaman I nan menggadaikan SK anggotanya tersebut.
Selain itu, Pupung menyebut sempat terjadi pertemuan antara oknum I dengan para korban dan disepakati angsuran bakal diselesaikan pada akhir Desember 2025. Akan tetapi kesepakatan itu tidak dipenuhi hingga hari ini.
"Pada saat itu disepakati bakal dilakukan penyelesaian di akhir Desember 2025. Nah rupanya tidak selesai sampai sekarang," kata dia.
Sebelumnya dalam rekaman video viral, tampak seorang laki-laki menggunakan seragam Satpol PP Kota mengaku tidak pernah mendapat duit tunjangan setiap bulan. Uang tunjangan miliknya disebut digunakan untuk keperluan kantor.
"Kami personil Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor nan merasa terzolimi, lantaran duit tunjangan kami nan dipakai sama orang instansi untuk memenuhi kebutuhan kantor. Sementara kami kudu bayar duit itu setiap bulan," ucap laki-laki dalam video tersebut.
"Dan Alhamdulillah setiap bulan kami personil Satpol PP Kota Bogor tidak pernah menerima tunjangan, apalagi sudah menunggak sampai 7 bulan. Uang itu dipakai untuk keperluan instansi sama ketua kami," sambungnya.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·