Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, meluncurkan kitab berjudul Kekuatan nan Menolong di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (20/4). Buku ini mengangkat pengalaman Sarmuji kehilangan putranya.
Dalam peluncuran kitab itu turut datang sejumlah menteri hingga wakil menteri di Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri ESDM nan juga Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri P2MI Mukhtarudin, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily, hingga Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
“Saya menerbitkan dua buku, ditambah satu kitab kenangan. Dua kitab itu, nan pertama adalah Kekuatan nan Menolong. Kekuatan nan Menolong itu sebenarnya terjemahan dari Sulthanan Nashira. Itu nama putra kami, Muhammad Sutohoyo Sulthana Nasir,” kata Sarmuji dalam sambutannya, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, nama anaknya tersebut sejak awal menjadi pengingat bagi dirinya dalam berpolitik agar selalu berada di jalur nan memberi manfaat.
“Dulu memang saya memberi nama Sulthana Nasir itu untuk menjadi pengingat saya. Saya prasastikan menjadi nama anak saya, lantaran waktu itu saya sudah masuk dalam bumi politik. Jadi saya berambisi keberadaan saya dalam bumi politik itu menjadi Sulthana Nasir, menjadi kekuatan nan menolong, sebagaimana anak saya saya namai,” katanya.
Sarmuji menceritakan putranya meninggal bumi setelah berjuang melawan penyakit leukemia. Peristiwa itu menjadi refleksi mendalam nan kemudian dituangkan dalam karya tulisnya.
“Tapi rupanya Allah berkemauan lain, putra kami dipanggil pulang lantaran leukemia. Namun, namanya tetap tersimpan dalam hati dan menjadi pengingat bagi saya untuk menjadikan politik sebagai Sulthana Nasir, menjadi kekuatan alias kekuasaan nan menolong. Mudah-mudahan saya tetap diberikan kekuatan untuk berada pada jalur itu,” ujarnya.
Dalam kitab tersebut, Sarmuji memaparkan pandangannya mengenai politik serta respons terhadap beragam rumor kerakyatan nan berkembang.
“Kalau bukunya, dari bab pertama saya menjelaskan tentang politik sebagai kekuasaan nan menolong. Lalu bab-bab berikutnya berisi pernyataan-pernyataan saya menanggapi situasi nan berkembang, isu-isu kerakyatan di DPR, serta beberapa rumor nan kami tanggapi sebagai Sekretaris Jenderal,” jelasnya.
Ia juga menutup bukunya dengan refleksi spiritual nan terinspirasi dari angan Nabi Ibrahim.
“Penutupnya, kami berambisi secara paripurna menjadi politisi seperti angan Nabi Ibrahim. Doa Nabi Ibrahim itu ada di bab penutup: ‘Jadikanlah saya buah tutur nan baik bagi generasi nan datang kemudian’. Mudah-mudahan saya sebagai politisi bisa menjadi buah tutur nan baik bagi generasi nan bakal datang,” katanya.
Sarmuji juga menyampaikan bahwa kitab tersebut tidak hanya berisi pendapat politik, tetapi juga ungkapan emosi dan refleksi kehidupan.
“Justru di saat-saat sempit, hatikecil menemukan dirinya. Saya ambil pena, seperti seorang kekasih nan hendak menuliskan surat cinta. Rangkaian kata satu demi satu tertata. Ada nan jadi buku, ada nan jadi puisi, ada nan jadi lagu. Rangkaian kata-kata itulah nan kami persembahkan hari ini, bukan sekadar untaian kata, tetapi ungkapan cinta dan doa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, turut memberikan apresiasi atas peluncuran kitab tersebut dan menyebut karya itu sebagai refleksi perjuangan hidup.
“Saya pertama mengucapkan selamat kepada sahabat saya Pak Sarmuji nan telah bisa menguraikan isi hatinya dalam sebuah karya. Tadi saya juga terbawa suasana. Kenapa? Karena sebelum ananda almarhum ke Singapura, tiga minggu sebelumnya, Pak Sarmuji ini menelepon saya. Saya tetap ingat,” kata Bahlil.
Ia juga mengenang momen kebersamaan dengan almarhum putra Sarmuji serta memberikan pesan inspiratif dari pengalaman tersebut.
“Semoga buku, puisi, serta lagu ini memberikan inspirasi bagi teman-teman family besar KAHMI. Semoga ini juga menjadi kesadaran kolektif sejak dini,” ujarnya.
Bahlil menilai karya tersebut tidak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga dapat memberi inspirasi bagi banyak pihak, khususnya dalam memaknai perjuangan dan peran politik dalam kehidupan masyarakat.
“Sukses Pak Sarmuji. Karya ilmiahmu sangat luar biasa. Semoga ini juga bisa ditularkan di DPP Partai Golkar sehingga nan belum lurus bisa diluruskan,” pungkasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·