Satgas PRR Sebut Lebih dari 500 Titik Lumpur Sumatera Dibersihkan, Akses Terbuka

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kasatgas PRR Tito Karnavian saat meninjau pemulihan pascabencana Sumatera di Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu (4/4/2026). Foto: Dok. Satgas PRR

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan perkembangan signifikan pembersihan lumpur akibat musibah longsor dan banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Data Satgas PRR pada 6 April mencatat sebanyak 527 letak terdampak musibah nan tertimbun lumpur telah rampung dibersihkan. Rinciannya, di Aceh sebanyak 480 letak selesai dibersihkan dari 519 letak sasaran pembersihan. Di Sumut, 18 letak sudah dibersihkan dari 24 letak sasaran. Sementara di Sumbar, seluruh 29 letak sasaran telah selesai dibersihkan.

Capaian saat ini menunjukkan lebih dari 92 persen letak tertimbun lumpur akibat musibah hidrometeorologi di Sumatera telah sukses dibersihkan. Capaian tersebut juga menunjukkan progres pembersihan lumpur dibandingkan pada 2 April 2026 saat baru 445 letak telah dibersihkan dari lumpur.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan pembersihan lumpur tetap menjadi prioritas pemulihan pascabencana Sumatera.

Proses pembersihan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berfokus pada pembukaan akses jalan nasional nan telah rampung 100 persen dan dapat kembali terbuka secara fungsional sejak 25 Januari 2026.

Sementara pada tahap kedua, aktivitas bakal menyasar pada pembersihan lumpur nan konsentrasi pada tiga jenis lokasi, ialah sekolah, area perkantoran, serta akomodasi umum seperti puskesmas, masjid, dan lainnya.

Satgas PRR secara unik juga menerjunkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pembersihan lumpur di Kabupaten Aceh Tamiang. Gelombang ketiga Praja IPDN diterjunkan pada Sabtu (4/4/2026), sebanyak 731 personel disertai 37 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri untuk membersihkan lumpur di 42 lokasi, termasuk area pemukiman, drainase, serta akomodasi umum dan akomodasi sosial.

"Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan nan tetap terkena lumpur ada nan sudah mengeras, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja), ini kemudian juga ada rumah masyarakat, drainase dan lain-lain," kata Tito saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan