Arief Setyadi
, Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |10:18 WIB

Nadiem Makarim (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA – Ahli pendidikan serta pembimbing dari beragam wilayah dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Kemendikbudristek. Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menilai kehadiran mereka krusial untuk mematahkan narasi dakwaan kasus nan membelitnya.
“Sidang nan paling emosional buat saya. Karena tujuh pembimbing dari Aceh sampai Papua, semuanya terbang ke sini untuk memberikan kesaksian mengenai gimana Chromebook mengubah pola belajar-mengajar di dalam ruang kelas mereka masing masing,” kata Nadiem.
Sidang lanjutan itu digelar pada Selasa 21 April 2026. Para pembimbing dalam persidangan menyebut Chromebook berfaedah dalam pembelajaran dan tetap bisa digunakan tanpa hubungan internet.
Salah satunya, Denny Adelyta Tofani Novitasari, pembimbing di Kota Sorong, Papua Barat Daya, nan menyebut perangkat tersebut membantu pembelajaran berbasis praktik. “Biasanya saya membujuk siswa untuk melakukan praktek Kimia secara virtual dan itu bisa dilakukan menggunakan Chromebook lantaran kami punya nan sudah touchscreen jadi itu lebih memudahkan anak-anak untuk memahami pembelajaran,” katanya.
Mantan pembimbing di Kalimantan Barat, Muhamad Firman, juga mengaku menggunakan Chromebook di wilayah 3T dengan keterbatasan jaringan dan listrik. “Saya mencoba memanfaatkan Chromebook ini di wilayah 3T nan memang waktu itu kondisinya ada sinyal tapi sangat terbatas. Listriknya menggunakan tenaga surya. Jadi waktu itu saya menggunakan Chromebook ini untuk mengajar Matematika terutama di Google Slide untuk presentasi dan juga Google Spreadsheet untuk membikin grafik-grafik tabel pada pelajaran Matematika. Saya menggunakan itu secara offline,” katanya.
Saksi lain, Arby William Mamangsa nan juga Kepala Sekolah di Sorong, mengungkapkan, Chromebook tetap berfaedah baik meski telah digunakan bertahun-tahun dan dapat dipakai secara offline.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·