Peradilan Militer Dianggap Keras dan Hukumannya Sangat Berat, Ternyata Ini Alasannya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |11:34 WIB

Peradilan Militer Dianggap Keras dan Hukumannya Sangat Berat, Ternyata Ini Alasannya

Prajurit TNI/Okezone

JAKARTA - Peradilan militer sering dipersepsikan sebagai lembaga norma nan keras, apalagi dianggap kejam. Persepsi ini muncul lantaran adanya ancaman balasan berat seperti penjara seumur hidup hingga balasan meninggal dalam beragam putusannya.

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting mengatakan, militer dirancang untuk bekerja dalam situasi ekstrem, situasi hidup dan mati, perang dan krisis, di mana kesalahan mini dapat berujung pada kehancuran besar.

“Hukum militer tidak hanya berfaedah sebagai instrumen penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian integral dari sistem pertahanan dan keamanan negara,” ujar Selamat saat obrolan publik berjudul "Mengapa Peradilan Militer Itu Kejam?”, di Jakarta, dikutip, Jumat (24/4/2026).

Berbeda dengan masyarakat sipil, militer menuntut kepastian dan ketepatan absolut. Seorang prajurit, sejak awal, pada dasarnya telah terikat pada “kontrak mati” sebuah akibat bahwa tugas nan dijalankan tidak mengenal kompromi dalam kondisi tertentu.

“Fondasi utama militer adalah disiplin dan rantai komando. Dalam sistem ini, perintah pemimpin bukan sekadar instruksi, melainkan komponen strategis nan menentukan keberhasilan operasi,’’ ujarnya.

“Jika perintah dapat ditawar, diabaikan, alias dilanggar tanpa akibat tegas, maka nan runtuh bukan hanya disiplin individu, tetapi seluruh sistem pertahanan negara,” lanjutnya.

Menurutnya, dalam situasi tempur, keterlambatan sekecil apa pun dapat menggagalkan strategi, membahayakan pasukan, apalagi menakut-nakuti kedaulatan negara.

Oleh lantaran itu, norma militer dibangun di atas prinsip-prinsip nan condong absolut tanpa ruang toleransi terhadap pelanggaran nan berpotensi sistemik.

“Beratnya balasan dalam peradilan militer sering kali menjadi sorotan. Namun, jika dilihat dari konteks operasionalnya, perihal ini mempunyai dasar rasional,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com